Kemensos & Pemkab Bener Meriah Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat
Beritatercepat.com, Jakarta – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bener Meriah terus dimatangkan. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menggelar audiensi khusus deng
Beritatercepat.com, Jakarta – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bener Meriah terus dimatangkan. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menggelar audiensi khusus dengan Bupati Bener Meriah, Armia, guna membahas perkembangan usulan dan kendala yang muncul di lapangan. Pertemuan itu menjadi titik terang setelah persoalan ketersediaan lahan sempat menjadi ganjalan utama.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Armia secara terbuka menyampaikan bahwa lokasi awal yang ditawarkan pemerintah kabupaten—lahan seluas 5 hektare di pusat kota—tidak dapat memenuhi syarat teknis. Regulasi pembangunan SR mengharuskan area minimal 6,8 hektare agar seluruh fasilitas pendidikan, asrama, dan ruang penunjang bisa tertata optimal. Meski begitu, Armia memastikan persoalan tanah bukan hambatan yang sulit diatasi. Ia telah menyiapkan sejumlah alternatif lahan yang siap diajukan.
“Kita alternatifnya lahannya banyak, Pak. Jadi intinya, Pak, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan, masalah listrik ada, air ada. Kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian,” ujar Armia dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).
Pernyataan tersebut langsung direspons positif oleh Wamensos Agus Jabo. Kesiapan lahan menjadi kunci percepatan, terlebih dukungan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik dan air sudah tersedia di kawasan yang disasar. Pemerintah kabupaten juga sedang mengupayakan hibah lahan dari Kementerian Pertanian untuk menambah luas area yang akan diusulkan sebagai tapak SR. Langkah ini diambil agar proses administrasi dan verifikasi lahan oleh tim pusat bisa berjalan tanpa hambatan berarti.
Dengan adanya beberapa opsi lahan yang potensial, Kemensos dan Pemkab Bener Meriah kini fokus pada finalisasi dokumen pengajuan dan survei lapangan. Agus Jabo menekankan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti usulan hibah lahan yang tengah diproses Bupati Armia. Tim verifikasi dari kementerian dijadwalkan turun ke Bener Meriah dalam waktu dekat untuk menilai kelayakan lahan alternatif yang diajukan, termasuk aspek aksesibilitas, kontur tanah, dan kedekatan dengan pusat permukiman warga.
Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Percepatan
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang tidak hanya bertujuan menyediakan akses pendidikan formal, tetapi juga membina anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mendapatkan pengasuhan dan pembelajaran terpadu. Dengan model asrama, SR membutuhkan lingkungan yang luas dan representatif sehingga dukungan lahan menjadi elemen krusial.
Laporan media kami menunjukkan bahwa komitmen Pemkab Bener Meriah sangat kuat. Bupati Armia bahkan menyatakan tidak akan berhenti pada satu usulan. Apabila lahan yang diminta dari Kementerian Pertanian belum memenuhi syarat, ia memastikan masih memiliki cadangan lokasi lain yang bisa langsung disodorkan. “Kita siapkan banyak alternatif. Begitu ada titik temu, langsung kita gerak,” tegasnya dalam diskusi dengan jajaran Kemensos.
Dengan harmonisasi antara pusat dan daerah, target pembangunan SR di Bener Meriah diyakini bisa segera direalisasikan. Agus Jabo menutup audiensi dengan optimisme bahwa Bener Meriah akan menjadi salah satu kabupaten percontohan dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat, asalkan seluruh dokumen dan syarat lahan dapat dipenuhi dalam minggu-minggu mendatang.
Comments (0)