KemenHAM DKI Desak Warga Tolak Isu SARA Pasca Bentrok Menteng
BARU SAJA — Imbauan keras langsung disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Kakanwil Mikael Azedo Harwito mendesak seluruh warga menolak provokasi berbau suku, agama, dan ra...
BARU SAJA — Imbauan keras langsung disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Kakanwil Mikael Azedo Harwito mendesak seluruh warga menolak provokasi berbau suku, agama, dan ras (SARA) yang menunggangi bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Kronologi Singkat
Insiden berdarah itu terjadi pada Kamis (10/7) dini hari. Dua kelompok warga terlibat bentrokan fisik hingga menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Polisi segera mengamankan delapan terduga pelaku. Motif masih diselidiki, namun narasi SARA liar mulai menyebar di media sosial.
"Kami mengingatkan seluruh warga Jakarta untuk tidak mudah terpancing isu SARA. Ini murni persoalan hukum, bukan konflik identitas," tegas Mikael dalam keterangan tertulis yang diterima Beritatercepat menit lalu.
Fakta Kunci
- Lokasi: Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat
- Waktu: Kamis (10/7/2025) pukul 02.30 WIB
- Korban: 1 meninggal dunia, 3 luka berat (data sementara)
- Penanganan: 8 orang diamankan, status penyelidikan
- Imbauan: Nihil unsur SARA, tunggu hasil resmi kepolisian
KemenHAM Turun Tangan
KemenHAM DKI langsung berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Pemkot Jakarta Pusat. Langkah ini untuk memastikan proses hukum transparan sekaligus meredam potensi konflik meluas. "Kami sudah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat. Semua pihak sepakat menjaga kondusivitas," ungkap Mikael.
Pihaknya membuka posko pengaduan 24 jam di Kantor Kelurahan Menteng. Posko melibatkan petugas HAM, psikolog, dan paralegal untuk menampung aduan intimidasi atau ancaman pasca-bentrokan. Posko juga akan menjadi pusat informasi resmi bagi warga yang resah.
Isu SARA sempat memanas setelah video amatir beredar viral dengan narasi sepihak. KemenHAM meminta platform digital mengambil langkah tegas men-take down konten provokatif. "Kami apresiasi kepolisian yang cepat mengamankan pelaku. Tidak ada tempat bagi hoaks dan ujaran kebencian," tambah Mikael. Pihaknya juga mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap akun-akun yang sengaja menyebar kebencian berkedok SARA.
Selain itu, KemenHAM mengagendakan dialog kebangsaan dalam 48 jam ke depan. Acara itu akan mempertemukan pemuka agama, pemuda, dan perwakilan komunitas di Menteng untuk memperkuat toleransi. "Kita tidak boleh kalah oleh provokasi. Jakarta harus tetap damai," seru Mikael.
Situasi di Menteng hingga siang ini terpantau kondusif. Aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga di titik rawan. Lalu lintas di sekitar Jalan Tambak kembali normal meski pengamanan ekstra diterapkan di perempatan utama. Patroli skala besar terus digelar untuk mencegah bentrokan susulan.
Warga diimbau hanya mempercayai informasi dari kanal resmi @polres_jakpus dan @kemenham_dki. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan insiden baru. KemenHAM memastikan akan terus memantau perkembangan dan hadir dalam konferensi pers Kapolres sore nanti sebagai bukti sinergi antarlembaga.
Comments (0)