Sep 01, 2026
Hukum

Kemendikdasmen-ESDM Jamin Listrik Percepat Digitalisasi Sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat sinergi penyediaan listrik

Kemendikdasmen-ESDM Jamin Listrik Percepat Digitalisasi Sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat sinergi penyediaan listrik guna mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia. Kerja sama strategis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah tersebut diresmikan melalui pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Ruang Rapat Wamendikdasmen, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Dalam pertemuan itu, kedua kementerian membahas strategi konkret memastikan ketersediaan listrik sebagai fondasi utama keberhasilan program digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan.

Ketersediaan Listrik Jadi Kunci Keberhasilan Digitalisasi

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang memadai dan andal merupakan syarat mutlak agar perangkat digital pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru dan peserta didik. Tanpa listrik yang stabil, seluruh investasi perangkat teknologi pendidikan berisiko tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

"Kami ingin memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap, jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan. Karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi, di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting," ujar Fajar Riza Ul Haq.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak sekadar mendistribusikan perangkat digital, tetapi juga menyiapkan infrastruktur pendukung yang memadai. Digitalisasi pembelajaran merupakan program prioritas nasional yang diluncurkan sejak tahun 2025 dan telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di 38 provinsi.

713 Ribu Unit Papan Interaktif Digital Butuh Daya Besar

Data dari Kemendikdasmen menunjukkan bahwa pada tahun 2026, kebutuhan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) diperkirakan mencapai sekitar 713 ribu unit untuk seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Masing-masing perangkat membutuhkan daya listrik pada kisaran 2.200 hingga 3.500 VA, yang berarti total kebutuhan daya nasional untuk program ini sangat signifikan.

Angka tersebut mencakup distribusi perangkat baru maupun penggantian unit yang telah usang. Sebelumnya, pada tahun 2025, program digitalisasi pembelajaran telah berhasil mendistribusikan Papan Interaktif Digital ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, target tersebut diperluas secara masif untuk menjangkau seluruh sekolah yang belum terlayani.

Kebutuhan daya yang besar ini menjadi alasan utama mengapa sinergi dengan Kementerian ESDM dan PT PLN menjadi krusial. Tanpa penambahan daya dan penyambungan baru, banyak sekolah yang akan kesulitan mengoperasikan perangkat digital tersebut secara berkelanjutan.

227.365 Sekolah Butuh Dukungan Kelistrikan

Hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kemendikdasmen memetakan sebanyak 227.365 satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan penyediaan kelistrikan. Jumlah tersebut terdiri atas dua kategori utama:

  • 26.162 satuan pendidikan membutuhkan penyambungan listrik baru dari jaringan PLN
  • 201.203 satuan pendidikan membutuhkan penambahan daya agar perangkat digital dapat beroperasi optimal

Pemetaan ini dilakukan melalui proses verifikasi menyeluruh yang memastikan setiap sekolah mendapatkan solusi kelistrikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merencanakan anggaran dan pelaksanaan secara lebih efisien dan tepat sasaran.

9.544 Sekolah Tanpa Jaringan PLN Dapat Solusi Khusus

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada 9.544 satuan pendidikan yang belum terlayani oleh jaringan PLN eksisting. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil ini membutuhkan solusi kelistrikan alternatif karena keterbatasan infrastruktur jaringan listrik konvensional.

Alternatif penyediaan listrik yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup pemanfaatan tenaga surya berbasis baterai serta sistem off-grid. Kedua opsi tersebut disiapkan untuk mendukung sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan kelistrikan, seperti di kawasan pegunungan, pulau-pulau kecil, dan daerah terpencil lainnya.

"Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Yuliot menambahkan bahwa kebutuhan listrik untuk digitalisasi pembelajaran dapat disinergikan melalui Program Listrik Desa atau Lisdes yang sudah berjalan. Sinergi antarkementerian dinilai dapat mempercepat pelaksanaan sekaligus mengoptimalkan program dan kebutuhan biaya yang tersedia.

Dampak terhadap Pemerataan Pendidikan Nasional

Program digitalisasi pembelajaran merupakan salah satu pilar utama dalam transformasi pendidikan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sejak diluncurkan, program ini telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran di berbagai daerah.

Pada tahun 2025, realisasi anggaran revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan telah mencapai Rp2,6 triliun dari total alokasi Rp14 triliun untuk tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah, distribusi perangkat digital, pelatihan guru, serta penyediaan infrastruktur pendukung seperti koneksi internet dan akses listrik.

Selain aspek kelistrikan, pemerintah juga telah menangani kendala konektivitas internet dengan mendistribusikan teknologi satelit Starlink ke 8.152 satuan pendidikan yang sebelumnya belum memiliki akses internet. Upaya komprehensif ini menunjukkan bahwa pemerintah memahami pentingnya pendekatan holistik dalam mewujudkan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan merata.

Melalui sinergi antarkementerian ini, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat menikmati hak yang sama untuk mengakses pembelajaran berkualitas berbasis teknologi digital. Ketersediaan listrik yang andal menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan transformasi pendidikan di era digital ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User