Kelangkaan BBM di Medan Memuncak, Antrean Capai 5 Jam
BARU SAJA – Krisis bahan bakar di Medan pecah menjadi mimpi buruk bagi ribuan warga. Malam ini, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah SPBU. Warga terpaksa menghabis...
BARU SAJA – Krisis bahan bakar di Medan pecah menjadi mimpi buruk bagi ribuan warga. Malam ini, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah SPBU. Warga terpaksa menghabiskan waktu lebih dari lima jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bensin.
Kepanikan Massal di Ujung Malam
Laporan yang diterima redaksi menyebut situasi semakin genting sejak sore tadi. Di SPBU Jalan Ngumban Surbakti, misalnya, puluhan sepeda motor dan mobil memadati area pengisian sejak pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 22.00 WIB, antrean belum menunjukkan tanda-tanda mengendur. Sejumlah saksi mata menggambarkan pemandangan itu sebagai “lautan kendaraan yang nyaris tidak bergerak”.
Petugas SPBU kewalahan mengatur arus. Beberapa di antaranya terpaksa membatasi pembelian maksimal Rp100.000 per kendaraan untuk mencegah penimbunan. Namun, langkah itu justru memicu kekecewaan. “Saya sudah antre sejak magrib, sampai sekarang belum dapat. Padahal bensin motor sudah habis total,” ujar seorang pengendara ojek online yang memilih tidak disebutkan namanya.
Fakta Kunci Kekacauan Distribusi
Berdasarkan penelusuran di lapangan, kelangkaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor menumpuk dan menciptakan badai sempurna:
- Pasokan tersendat: Distribusi dari Terminal BBM utama di Medan dilaporkan mengalami gangguan teknis sejak dua hari terakhir.
- Lonjakan permintaan: Kekhawatiran kelangkaan memicu aksi borong massal oleh warga.
- Stok menipis: Lebih dari 10 SPBU di Medan Utara dan Medan Tembung terpaksa tutup lebih awal karena kehabisan stok Pertalite dan Pertamax.
- Informasi simpang siur: Isu kenaikan harga yang beredar di grup-grup WhatsApp turut menyulut kepanikan.
Gubernur Ambil Alih Kendali
Merespons situasi darurat ini, Gubernur Sumatera Utara langsung menggelar rapat koordinasi virtual dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Kami sudah memerintahkan penambahan pasokan darurat. Malam ini juga, truk tangki akan mulai menyasar SPBU-SPBU yang paling kritis,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip redaksi.
Gubernur juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. “Mekanisme distribusi sedang kami normalisasi. Tidak perlu panic buying karena pasokan sebenarnya cukup, hanya ada gangguan teknis penyaluran,” tambahnya. Ia menjanjikan situasi akan mulai terurai dalam 24 jam ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemantau masih berada di lapangan. Belum ada tanda-tanda penurunan antrean, namun sirene truk tangki BBM mulai terdengar di beberapa titik. Warga berharap janji pemerintah bukan sekadar pernyataan malam yang akan menguap saat pagi tiba.
Baca juga:
Comments (0)