Batu Bara & CPO Anjlok 1 Persen, Nikel Catat Penguatan Tipis

Pasar komoditas global ditutup beragam pada perdagangan Jumat (10/7) dengan tekanan terbesar menghantam batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Keduanya kompak ambles lebih dari 1 persen, sementara n...

Jul 13, 2026 - 11:50
0 0
Batu Bara & CPO Anjlok 1 Persen, Nikel Catat Penguatan Tipis

Pasar komoditas global ditutup beragam pada perdagangan Jumat (10/7) dengan tekanan terbesar menghantam batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Keduanya kompak ambles lebih dari 1 persen, sementara nikel justru membalikkan tren dan mencetak kenaikan tipis di tengah ketidakpastian geopolitik.

Minyak Mentah Tertekan Ekspektasi Damai

Harga minyak mentah acuan merosot setelah AS dan Iran memberi sinyal akan melanjutkan perundingan meski serangan baru-baru ini sempat mengancam gencatan senjata dan menghalangi lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz. Kondisi ini meredakan kekhawatiran pasokan yang sebelumnya memicu lonjakan premi risiko.

  • Brent (September): -0,4% → USD 76,01 per barel
  • WTI (Agustus): -0,9% → USD 71,41 per barel

Batu Bara Kembali Tertekan

Harga batu bara acuan ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 terus merosot. Berdasarkan data Barchart, kontrak tersebut ditutup di USD 128,60 per ton atau turun 1,04 persen. Deretan tongkang pengangkut batu bara yang masih padat di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, menunjukkan aktivitas fisik tetap tinggi, tetapi harga kontrak berjangka tak lepas dari tekanan permintaan global yang melambat, terutama dari China dan India yang tengah mempercepat transisi energi bersih.

  • Kontrak: ICE Newcastle Juli 2026
  • Penurunan: -1,04%
  • Harga: USD 128,60/ton

CPO Melorot ke MYR 4.513

Di bursa derivatif Malaysia, harga minyak sawit mentah (CPO) kembali melemah signifikan. Kontrak berjangka CPO turun 1,76 persen menjadi MYR 4.513 per ton berdasarkan data tradingeconomics.com. Tekanan ini datang di saat truk-truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) masih mengantre panjang di pabrik pengolahan di Aceh Barat, mencerminkan pasokan yang melimpah di tengah ekspektasi permintaan global yang lesu. Persaingan dengan minyak nabati lain, seperti minyak kedelai dari Amerika Latin yang harganya lebih kompetitif, ikut memperburuk sentimen.

  • Penurunan: -1,76%
  • Harga: MYR 4.513/ton
  • Faktor: Pasokan melimpah & persaingan minyak nabati

Nikel Naik Tipis di LME

Dari sektor logam, harga nikel di London Metal Exchange (LME) bergerak berlawanan. Nikel ditutup menguat 0,93 persen ke posisi USD 16.741 per ton, didorong oleh prospek pulihnya konsumsi baja tahan karat dan optimisme terhadap peningkatan produksi baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Namun, kenaikan ini belum cukup untuk mengubah tren penurunan yang terjadi sepanjang pekan ini akibat kelebihan pasokan dari Indonesia dan Filipina.

  • Kenaikan: +0,93%
  • Harga: USD 16.741/ton
  • Sentimen: Pemulihan baja tahan karat & baterai EV

Timah Turun 0,97 Persen

Sementara itu, harga timah di LME justru melanjutkan koreksi. Kontrak timah ditutup turun 0,97 persen dan menetap di USD 53.125 per ton. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap melambatnya sektor elektronik global yang menjadi konsumen utama logam tersebut.

  • Penurunan: -0,97%
  • Harga: USD 53.125/ton

Pelaku pasar kini menanti perkembangan negosiasi nuklir Iran dan dampaknya terhadap jalur logistik energi. Ketidakpastian geopolitik dan sinyal permintaan dari importir utama akan terus menjadi katalis penggerak harga komoditas di awal pekan depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User