Monday, 24 August 2026 | 08:13 WIB

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah Adat Sade Lombok Tengah

BARU SAJA — Kobaran api melahap permukiman Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8) malam. Ratusan rumah adat dilaporkan hangus terbakar dalam insiden yang memicu kepanikan...

Aug 24, 2026 - 00:48
0 0
Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah Adat Sade Lombok Tengah

BARU SAJA — Kobaran api melahap permukiman Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8) malam. Ratusan rumah adat dilaporkan hangus terbakar dalam insiden yang memicu kepanikan warga dan penyelamatan massal.

Kobaran api membesar dengan cepat di kawasan permukiman adat tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan keluar dari rumah masing-masing. Mereka berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengamankan barang-barang berharga sebelum api menjalar lebih jauh. Suasana malam itu dilaporkan mencekam.

Lokasi dan Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Proses pemadaman dan evakuasi dilaporkan berlangsung di tengah keterbatasan akses permukiman tradisional.

Warga mengaku tidak sempat berpikir panjang saat api mulai menyala. Prioritas utama mereka adalah menyelamatkan anggota keluarga dan dokumen penting. Sebagian warga terlihat berusaha mengeluarkan perabotan dari rumahnya, meski api terus membesar.

Kebakaran pada malam hari menambah kesulitan bagi warga dan petugas. Jarak pandang yang terbatas menyulitkan proses evakuasi dan pemadaman. Banyak warga terpaksa keluar rumah hanya dengan membawa pakaian seadanya.

Kesaksian Warga di Lokasi

Martiah, salah seorang warga, membenarkan terjadinya kebakaran di Kampung Adat Sade. Ia memastikan api melahap sejumlah rumah dalam waktu singkat. Sementara itu, Suryani, warga lainnya, mengaku panik saat pertama kali melihat kampung halamannya terbakar. "Ya Allah, Kampung Sade terbakar," ujarnya dengan nada cemas.

Suasana di lokasi kejadian disebutkan makin mencekam seiring malam yang gelap. Teriakan warga dan suara gemuruh api terdengar dari kejauhan. Saksi mata di sekitar lokasi menyebut kobaran api terlihat hingga beberapa titik permukiman.

Rumah Adat Mudah Terbakar

Sebagian besar rumah adat di kawasan itu dibangun dari material alami. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan kayu. Atapnya menggunakan jerami atau ilalang kering. Kombinasi bahan tersebut membuat api menyebar sangat cepat dari satu rumah ke rumah lain.

Kepadatan bangunan yang saling berdekatan juga memperparah laju api. Kondisi ini membuat upaya pemadaman menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Warga berharap bantuan segera tiba agar api tidak meluas ke area lain.

Ratusan Rumah dan Penduduk Terdampak

Desa Adat Sade saat ini dihuni sekitar 150 kepala keluarga. Jumlah rumah yang berdiri di kawasan itu sekitar 150 unit dengan total penduduk sekitar 700 jiwa. Hampir seluruh permukiman diperkirakan terdampak kobaran api pada kejadian kali ini.

Ratusan jiwa itu kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan warga secara gotong royong. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan sangat besar.

Warisan Budaya Sasak Terancam

Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kawasan yang masih mempertahankan kehidupan dan budaya masyarakat Sasak. Rumah-rumah adatnya menjadi daya tarik wisata yang kerap dikunjungi pelancong domestik maupun mancanegara. Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi pelestarian warisan budaya tersebut.

Arsitektur khas dengan anyaman bambu dan atap ilalang merupakan ciri yang sulit digantikan. Rekonstruksi rumah adat diperkirakan membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit. Warga berharap perhatian pemerintah daerah segera turun untuk membantu pemulihan.

Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat setempat. Rumah adat bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol identitas dan warisan leluhur. Kehilangan dalam skala besar membuat warga harus memulai segalanya dari awal.

Perkembangan Terkini

Hingga berita ini ditulis, tim pemadam kebakaran dan relawan dilaporkan masih bekerja di lokasi. Warga setempat terus bersiaga memantau kemungkinan munculnya titik api baru. Kondisi darurat dilaporkan masih berlangsung di kawasan permukiman adat tersebut.

Sejumlah pihak mulai menyiapkan bantuan darurat bagi para pengungsi. Kebutuhan mendesak meliputi makanan, air bersih, selimut, serta tempat tinggal sementara. Dukungan dan doa terus mengalir untuk warga Desa Adat Sade yang terdampak.

Perkembangan lebih lanjut terkait kebakaran ini masih menunggu konfirmasi resmi dari instansi terkait. Warga berharap proses penanganan berjalan cepat dan menyeluruh. Kawasan adat yang menjadi kebanggaan itu diharapkan dapat segera pulih kembali.

Hingga kini, warga masih menunggu kepastian jumlah kerusakan secara menyeluruh. Pendataan rumah yang terbakar dilaporkan tengah berlangsung. Semua pihak berharap penanganan korban dan pemulihan kawasan segera dijalankan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User