Pabrik Uang Palsu Rp 36 Miliar di Tangsel Dibongkar Polisi
Pabrik uang palsu bernilai Rp 36 miliar dibongkar aparat di kawasan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan. Penggerebekan berlangsung Jumat (21/8) malam. Operasi ini digerakkan dari laporan masyarakat y...
Pabrik uang palsu bernilai Rp 36 miliar dibongkar aparat di kawasan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan. Penggerebekan berlangsung Jumat (21/8) malam. Operasi ini digerakkan dari laporan masyarakat yang masuk ke pihak kepolisian.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memimpin langsung penggerebekan tersebut. Hasilnya diumumkan Kombes Pol Viktor dalam konferensi pers pada Sabtu (22/8). Petugas menyita 360 ribu lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Jika ditotal, nilai nominalnya mencapai Rp 36 miliar.
Empat Orang Diamankan
Sebanyak empat orang ditangkap dalam operasi ini. Tiga di antaranya berinisial N, S, dan D. Mereka diduga menjadi tenaga produksi uang palsu di lokasi. Satu tersangka lain, AB, diduga berperan sebagai pemesan sekaligus penyandang dana.
Viktor memaparkan pembagian peran tersebut di hadapan awak media. AB disebut sebagai pihak yang memesan produksi dan membiayai seluruh rangkaian kegiatannya. Sementara itu, N, S, dan D bekerja memproduksi di dalam lokasi penggerebekan.
Keempat tersangka kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami keterangan masing-masing guna memetakan jaringan secara utuh. Penggerebekan sendiri berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB dan berangkat dari laporan warga yang ditindaklanjuti aparat.
Uang Siap Edar dan Lembaran Cetak
Barang bukti yang ditemukan berada dalam dua kondisi berbeda. Sebagian uang palsu sudah dipotong rapi dan siap beredar di masyarakat. Sebagian lainnya masih berbentuk lembaran hasil cetakan yang belum dipotong.
Polisi mencatat total temuan sebanyak 360.000 lembar. Seluruhnya berpecahan Rp 100 ribu, sehingga nilainya setara Rp 36 miliar. Jumlah ini membuat pengungkapan tersebut tergolong besar dalam penanganan perkara pemalsuan uang di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Peralatan Produksi Ikut Disita
Petugas mengamankan sejumlah peralatan produksi dari lokasi. Mesin offset, printer beresolusi tinggi, dan alat pressing benang pengaman menjadi barang sitaan utama. Tinta, laptop, serta peralatan pendukung lain juga ikut dibawa petugas.
Alat pressing benang pengaman dinilai penting oleh penyidik. Fungsinya meniru benang pengaman yang ada pada uang asli. Dengan peralatan yang tergolong lengkap, pelaku berusaha membuat hasil pemalsuan tampak meyakinkan di mata publik.
Taman Tekno dikenal sebagai kawasan industri dan permukiman di wilayah Setu. Keberadaan lokasi produksi di antara bangunan lain disebut tidak mudah terdeteksi dari luar. Laporan warga akhirnya menjadi pintu masuk pengungkapan kasus ini.
Dua Tersangka Residivis
Pemeriksaan awal mengungkap latar belakang dua tersangka. Keduanya merupakan residivis kasus pemalsuan uang. Mereka tercatat pernah terlibat perkara serupa pada 2019 dan 2022.
Viktor menyebut kedua residivis itu direkrut karena pengalamannya. Mereka dinilai memiliki kemampuan memproduksi uang palsu yang mumpuni. Pengalaman itulah yang membuat keduanya dianggap berharga bagi sindikat ini.
Beroperasi Sejak Maret 2026
Penyidik menduga sindikat ini telah beroperasi sejak Maret 2026. Dugaan tersebut muncul dari pemeriksaan awal terhadap para tersangka. Rangkaian produksi disebut berjalan selama beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya terbongkar.
Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih jauh. Kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat terus didalami. Penyidik juga akan menelusuri peredaran uang palsu yang sempat keluar dari lokasi produksi.
Kewaspadaan Publik
Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Peran warga dinilai penting dalam membongkar praktik pemalsuan uang. Publik pun diimbau tetap waspada terhadap peredaran uang palsu di sekitarnya.
Ciri uang asli perlu dikenali dengan baik sebelum melakukan transaksi. Benang pengaman, tekstur kertas, dan kualitas cetakan bisa menjadi pembeda. Masyarakat yang menemukan indikasi pemalsuan diminta segera melapor ke aparat terdekat.
Penanganan kasus ini diharapkan memberi efek jera bagi pelaku serupa. Aparat memastikan penyelidikan akan terus berjalan sampai jaringan tuntas terungkap. Perkembangan kasus akan diumumkan seiring hasil pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka.
Comments (0)