JAKARTA — Minat wisatawan mancanegara untuk menjajal moda transportasi kereta cepat pertama di Asia Tenggara, Whoosh, terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), pelancong asal Malaysia tercatat mendominasi volume penumpang internasional dengan angka rata-rata mencapai 1.150 orang per hari.
Tingginya antusiasme warga Negeri Jiran ini mempertegas peran strategis Kereta Cepat Whoosh bukan hanya sebagai sarana mobilitas harian masyarakat komuter, melainkan juga sebagai motor penggerak sektor pariwisata koridor Jakarta–Bandung.
Lonjakan Kunjungan Turis Asing Sepanjang 2026
KCIC mencatat bahwa wisatawan mancanegara (wisman) kian meminati rute cepat Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya. Dari total proporsi wisman yang menggunakan layanan Whoosh, Malaysia menempati peringkat teratas, disusul oleh turis asal Singapura, Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara di kawasan Eropa serta Australia.
"Whoosh kini menjadi destinasi wisata pengalaman sekaligus sarana transportasi utama bagi wisatawan luar negeri. Lonjakan penumpang dari Malaysia yang mencapai rata-rata 1.150 orang setiap harinya menunjukkan bahwa konektivitas cepat ini memberikan daya tarik luar biasa bagi turis regional," ungkap manajemen KCIC dalam keterangan resminya.
Kenaikan volume penumpang tersebut tercermin dalam catatan kronologis operasional berikut:
- Awal Operasi Komersial: Proporsi penumpang internasional masih didominasi perjalanan bisnis dan kunjungan delegasi antarnegara.
- Ekspansi Rute Wisata: Penguatan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata di Bandung raya mulai menarik kelompok turis keluarga dan rombongan pelancong mandiri.
- Pencapaian Terkini: Volume wisatawan asal Malaysia menembus angka harian konsisten di atas 1.000 penumpang, menjadikan Whoosh opsi wajib bagi turis asing yang berkunjung ke Indonesia.
Faktor Pendorong Minat Wisatawan Malaysia
Terdapat sejumlah faktor kunci yang membuat wisatawan Malaysia sangat tertarik menggunakan Whoosh untuk berlibur:
- Efisiensi Waktu: Memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi hanya sekitar 45 menit, jauh lebih cepat dibandingkan jalur darat tol yang kerap padat saat akhir pekan.
- Konektivitas Angkutan Feeder: Tersedianya kereta pengumpan (feeder) terintegrasi di Stasiun Padalarang menuju pusat Kota Bandung tanpa hambatan.
- Daya Tarik Destinasi Bandung: Kota Bandung tetap menjadi destinasi favorit wisatawan Malaysia untuk wisata belanja tekstil, kuliner, serta keindahan alam.
- Kemudahan Pembelian Tiket: Akses pemesanan tiket digital yang ramah bagi turis internasional melalui aplikasi resmi dan berbagai kanal mitra perjalanan global.
KCIC Perkuat Fasilitas dan Layanan Multibahasa
Menanggapi tingginya animo wisman, KCIC terus menyempurnakan fasilitas di seluruh stasiun utama, mulai dari Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, hingga Tegalluar Summarecon. Peningkatan layanan mencakup penyediaan pusat informasi multibahasa, petunjuk arah yang ramah turis, integrasi sistem pembayaran internasional, hingga penyediaan area tunggu yang nyaman dengan ragam tenant kuliner khas Nusantara.
KCIC optimistis jumlah pergerakan turis asing akan terus meningkat, seiring dengan bertambahnya agenda internasional dan promosi pariwisata terpadu antara Indonesia dan negara-negara tetangga.
Comments (0)