KARAWANG — Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Perkuat Kemandirian Energi
KARAWANG, Beritatercepat — Presiden Prabowo Subianto menghantam pedal gas kemandirian energi. Kamis (9/7) pukul 14.15 WIB, di Rest Area KM 57 Karawang, ia
KARAWANG, Beritatercepat — Presiden Prabowo Subianto menghantam pedal gas kemandirian energi. Kamis (9/7) pukul 14.15 WIB, di Rest Area KM 57 Karawang, ia resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50—kebijakan yang langsung memangkas impor BBM dan mengguncang pasar solar nasional. Pencampuran 50% biodiesel ke solar wajib berlaku nasional, menjadikan Indonesia makin lepas dari cengkeraman energi fosil impor.
Kronologi Peresmian: Dari Kedatangan ke Penandatanganan
- Kedatangan Presiden: Prabowo tiba pukul 14.15 WIB berseragam safari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyambut di lokasi.
- Gallery Walk: Prabowo bersama Bahlil, Simon, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, dan Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi meninjau paparan teknis implementasi B50—dari produksi hingga distribusi.
- Peresmian: Di hadapan menteri, gubernur, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, dan jajaran tinggi negara, Prabowo meneken simbolis pemberlakuan B50.
Gebrakan B50: Pukul Telak Impor Solar
B50 mewajibkan seluruh badan usaha—dari produsen nabati hingga penyalur BBM—mencampur 50% biodiesel (berbasis minyak sawit) ke solar. Strategi ini dirancang tiga jurus sekaligus: tekan impor BBM, genjot nilai tambah sawit domestik, dan kunci kemandirian energi. Dengan volume solar nasional yang masif, setiap persen biodiesel yang dicampurkan langsung memangkas devisa impor dan menyerap jutaan ton CPO dalam negeri.
Landasan Hukum dan Target
Kebijakan ini berpayung pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang menetapkan kewajiban pencampuran 50%. Regulasi ini memaksa seluruh rantai pasok memenuhi standar mutu ketat yang sudah ditetapkan.
Hadirin Bergengsi: Sinyal Komitmen Penuh
Peluncuran ini dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Mensesneg Prasetyo Hadi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur Jatim Khofifah, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit, Kepala BIN Herindra, dan sederet pejabat lain. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan B50 bukan sekadar proyek energi, melainkan pilar strategis ketahanan nasional.
Comments (0)