Festival Sobo Roworejo V Mijen: Kirab Sendang Belik Rekatkan Kebersamaan Warga

Suara gamelan mengalun pelan, menyatu dengan gemuruh langkah ratusan warga yang mengarak gunungan palawija dan pusaka air di sepanjang jalan setapak Kampun

Jul 10, 2026 - 00:26
0 0

Suara gamelan mengalun pelan, menyatu dengan gemuruh langkah ratusan warga yang mengarak gunungan palawija dan pusaka air di sepanjang jalan setapak Kampung Wisata Ranting Pelangi. Minggu (5/7/2026) siang itu, Puncak Festival Sobo Roworejo 5 pecah sebagai perayaan kolektif yang menyedot seluruh perhatian Mijen, Semarang. Kirab Sendang Belik, Kirab Gunungan Palawija, dan atraksi Kuda Lumping menjadi pusat energi yang mengubah kampung menjadi panggung kebersamaan tanpa sekat.

Festival tahunan yang telah memasuki tahun kelima ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah napas panjang warga Roworejo untuk mengingat kembali akar sejarah kampung, terutama eksistensi Sendang Belik – sumber air pusaka yang telah menghidupi leluhur dan terus mengalir hingga kini. Lebih dari itu, festival ini menjadi wahana mempererat kembali ikatan persaudaraan yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas harian.

Mengenang Sendang Belik, Pusaka Sumber Kehidupan

Sendang Belik bukan kolam biasa. Di mata warga, ia adalah nadi sejarah kampung yang menjaga kehidupan lintas generasi. Prosesi kirab yang mengelilingi sendang menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat: bahwa alam telah memberi, dan warga wajib merawatnya dengan syukur. Ritual ini menjadi inti Festival Sobo Roworejo – menguatkan identitas kampung wisata yang tak hanya berjualan pemandangan, tetapi juga nilai-nilai leluhur.

Kirab Palawija: Guyub Rukun yang Melelehkan Jurang

Gunungan palawija yang diusung bersama-sama menjelma menjadi magnet sosial. Di sinilah warga yang biasanya hanya sapa-menyapa lewat gawai, tiba-tiba berpeluk dan bersenda gurau di bawah terik matahari. Ketua Pokdarwis Manggar Selaras Wonolopo, Sumitri Leksono, menangkap esensi itu dengan jernih:

“Pada masyarakat akan terlihat geguyubannya. Mereka terlihat bahagia jika bersama-sama. Guyub rukun dalam membersihkan wilayah masih perlu dijaga, sehingga keegoisan masing-masing bisa luntur karena kekompakan.”

Peserta Kirab Gunungan Polowijo, Muslika, mengamini hal itu. Ia melihat kirab bukan sekadar arak-arakan, melainkan jembatan emosi yang meruntuhkan tembok isolasi:

“Kirab itu menyatukan orang-orang yang jauh jadi dekat, biasanya tidak ketemu gitu kan, tapi lewat kirab ini bisa ketemu dan saling sapa dan bersenda gurau sehingga yang tadinya hanya berdiam di rumah, melalui ini bisa menyatukan kebahagiaan bersama.”

Dari sudut pandang warga, inilah momen ketika kebersamaan berubah menjadi kekuatan nyata. Festival bukan hanya tontonan, melainkan alat pemersatu yang mencairkan jarak dan menghidupkan kembali tradisi kolektif yang mulai tergerus zaman.

Dukungan Pemerintah: Dari Hidden Gem Menuju Destinasi Ikonik

Kehadiran perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Andri Tegar, menandaskan bahwa festival ini telah melampaui agenda lokal. Pemerintah melihat potensi besar sebagai destinasi wisata budaya alternatif di luar Lawang Sewu dan Kota Lama. Andri Tegar menegaskan harapannya:

“Semoga Sobo Roworejo bisa diketahui oleh masyarakat yang lebih luas, bukan sekadar hidden gem saja. Banyak sekali destinasi wisata di Semarang di luar Lawang Sewu dan Kota Lama, salah satunya tradisi Sobo Roworejo di Kelurahan Wonolopo ini.”

Pernyataan itu menjadi angin segar bagi warga Kampung Ranting Pelangi. Dengan pelibatan unsur pemerintah, Festival Sobo Roworejo 5 terus bertransformasi – dari perayaan guyub biasa menjadi etalase budaya yang siap mendunia, tanpa kehilangan roh utamanya: rasa syukur dan kerukunan kampung.

Akhirnya, di langit Mijen yang mulai jingga, gemuruh kuda lumping dan tawa warga menjadi saksi bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Puncak Festival Sobo Roworejo 5 bukan penutup, melainkan batu loncatan untuk merawat tradisi sekaligus membuka pintu kampung ke panggung yang lebih luas.

[SOCIAL_TWEET]: Puncak Festival Sobo Roworejo 5 di Mijen Semarang pecah! Kirab Sendang Belik dan Gunungan Palawija jadi magnet guyub warga Kampung Ranting Pelangi. Dari hidden gem ke panggung budaya kota. #FestivalSoboRoworejo #WisataBudayaSemarang #MijenBersemi [SOCIAL_FB]: Ribuan warga tumplek blek di Kampung Wisata Ranting Pelangi, Mijen, Minggu lalu. Bukan cuma kirab biasa—Festival Sobo Roworejo 5 membuktikan bagaimana tradisi dan rasa syukur bisa menjadi perekat warga sekaligus magnet wisata baru di Semarang. Simak momen guyub yang bikin iri di sini! [SOCIAL_TG]: 🎋 Puncak Festival Sobo Roworejo 5 di Mijen Semarang sukses rekatkan warga! Kirab Sendang Belik + Gunungan Palawija jadi pusat energi kebersamaan. Dari ritual leluhur hingga potensi wisata baru, kampung ini bukan lagi sekadar hidden gem 🌾✨ [TAGS]: Festival Sobo Roworejo, Mijen Semarang, Sendang Belik, Gunungan Palawija, Kampung Wisata Ranting Pelangi

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User