Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Utara
Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Utara
Profil Singkat
Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara sejak Desember 2024. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 dan dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak panjang di bidang reserse. Sebelum bertugas di Sulut, ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.
"Kehadiran polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar penegakan hukum, tapi memastikan rasa aman itu nyata," ujarnya dalam apel perdana di Mapolda Sulut.
Karier dan Riwayat Jabatan
Yudhiawan membangun karier selama lebih dari tiga dekade dengan spesialisasi pada kejahatan ekonomi dan transnasional. Jejak penugasannya mencakup posisi strategis di level pusat dan daerah:
- 2024–sekarang: Kapolda Sulawesi Utara.
- 2023–2024: Dirtipideksus Bareskrim Polri — menangani kasus-kasus besar seperti TPPU, investasi bodong, dan kejahatan siber.
- 2021–2023: Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karo Renmin) Bareskrim Polri.
- 2019–2021: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya — mengungkap kasus penipuan daring dan mafia tanah skala nasional.
- 2017–2019: Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim.
- Penugasan awal: Kapolres di beberapa wilayah, termasuk Polres Metro Jakarta Pusat.
Kinerja dan Program Unggulan
Dalam enam bulan pertama kepemimpinannya (Januari–Juni 2025), Polda Sulut mencatat sejumlah capaian signifikan yang mencerminkan fokus Yudhiawan pada kejahatan ekonomi, keamanan wilayah, dan pemolisian prediktif:
- Pengungkapan TPPO: Menggagalkan pengiriman 47 calon pekerja migran ilegal ke Kamboja dan Myanmar di Bitung (Maret 2025).
- Narkoba: Menyita 5,2 kg sabu jaringan Filipina-Indonesia di Tahuna. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi gabungan Bea Cukai.
- Pembongkaran tambang ilegal: Menutup 12 lokasi tambang emas tanpa izin di Bolaang Mongondow yang merusak DAS Ongkag.
- Program "Polisi Lingkungan": Menerjunkan 1.200 personel untuk patroli rutin di 150 desa pesisir dan kawasan rawan bencana.
- Digitalisasi layanan: Meluncurkan aplikasi "Sulut Aman" per April 2025 yang mengintegrasikan pengaduan, SKCK online, dan pelacakan perkara dalam satu platform.
- Penurunan kriminalitas: Angka kejahatan jalanan di Manado turun 18% pada kuartal I-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tantangan dan Harapan
Sulawesi Utara memiliki kerentanan spesifik yang menuntut respons terukur. Yudhiawan mengidentifikasi tiga tantangan utama yang menjadi prioritas hingga akhir 2026:
1. Peredaran narkoba jalur laut. Posisi Sulut sebagai gerbang Pasifik dimanfaatkan sindikat internasional. Yudhiawan mendorong pembentukan pos pemeriksaan terpadu di Pelabuhan Bitung dan Likupang dengan dukungan alat pemindai kontainer.
2. Konflik agraria dan tambang ilegal. Ekspansi pertambangan emas di Bolaang Mongondow dan Minahasa Tenggara memicu benturan antara korporasi, masyarakat adat, dan penambang liar. Polda Sulut memperkuat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial bekerja sama dengan BPN dan pemerintah daerah.
3. Kesiapsiagaan bencana. Sulut rawan letusan gunung api dan gempa. Polda menginisiasi sistem peringatan dini terintegrasi melibatkan Brimob SAR, BPBD, dan relawan lokal di 15 titik rawan.
Irjen Yudhiawan menekankan pentingnya pendekatan preemtif. "Kami tidak akan menunggu masalah membesar. Deteksi dini dan kehadiran di tengah masyarakat adalah kunci," tegasnya. Publik Sulut menaruh harapan besar agar stabilitas keamanan yang mulai terbangun dapat konsisten berlanjut hingga akhir masa tugasnya.
Comments (0)