Irjen Pol. Dwi Irianto: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara
Irjen Pol. Dwi Irianto: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara
Profil Singkat
Irjen Pol. Dwi Irianto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara sejak 2025. Pria kelahiran 1969 ini merupakan lulusan Akpol 1991 dengan pengalaman panjang di bidang reserse. Sebelum bertugas di Sultra, ia menjabat Wakapolda Jawa Timur dan pernah menduduki posisi strategis di Bareskrim Polri sebagai Direktur Tindak Pidana Umum. Memiliki rekam jejak sebagai perwira tinggi dengan spesialisasi pengungkapan kejahatan terorganisir dan narkotika.
Karier dan Riwayat Jabatan
- Kapolda Sulawesi Tenggara — 2025–sekarang
- Wakapolda Jawa Timur — 2024–2025
- Dirtipidum Bareskrim Polri — 2022–2024
- Kapolrestabes Surabaya — 2021–2022
- Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya — 2020–2021
- Kapolres Metro Jakarta Pusat — 2019–2020
Kinerja dan Program Unggulan 2025–2026
Sejak memimpin Polda Sultra, Irjen Dwi Irianto mencatat sejumlah capaian signifikan dengan pendekatan penegakan hukum progresif:
- Operasi Pekat Anoa 2025: mengamankan 237 tersangka kejahatan jalanan dalam 45 hari. Data internal mencatat penurunan tindak kriminalitas sebesar 18,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Program Desa Bebas Narkoba (Desa Bersinar): membentuk 50 desa percontohan dengan pelatihan deteksi dini dan rehabilitasi berbasis komunitas. Hingga Maret 2026, 12 desa dideklarasikan bebas dari peredaran narkotika.
- Digitalisasi Pelayanan Publik: meluncurkan Sultra Police Mobile — aplikasi layanan terpadu mencakup pengaduan darurat, perizinan event, dan SKCK online. Diadopsi lebih dari 200.000 pengguna aktif per Januari 2026.
- Pengamanan Pilkada Serentak 2025: nihil insiden signifikan di 17 kabupaten/kota Sultra. Operasi Mantap Praja mengerahkan 4.500 personel gabungan.
- Operasi Antik 2026: pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi dengan barang bukti 5,8 kg sabu dan 2.400 butir ekstasi.
"Pendekatan preemtif dan preventif jauh lebih murah dibanding harus memproses perkara di pengadilan. Kami dorong Bhabinkamtibmas menjadi problem solver di desa masing-masing." — Irjen Dwi Irianto, Rapat Koordinasi Forkopimda, Februari 2026.
Tantangan dan Harapan
Sulawesi Tenggara menghadapi tantangan keamanan spesifik: wilayah kepulauan rawan penyelundupan, konflik lahan pertambangan, dan ancaman terorisme domestik di wilayah pegunungan. Irjen Dwi menyiapkan tiga strategi prioritas:
- Memperkuat satuan Polairud dengan penambahan armada patroli cepat untuk pengawasan 652 pulau
- Kolaborasi dengan BIN dan TNI dalam deteksi dini radikalisme di kawasan rawan
- Pendekatan restorative justice untuk konflik agraria dan pertambangan rakyat
Masyarakat dan tokoh adat menyambut positif gaya kepemimpinan langsung-ke-lapangan yang diterapkan. Ekspektasi publik tertuju pada keberlanjutan program dan stabilitas keamanan menjelang agenda politik 2027.
Comments (0)