Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah
Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah
Profil Singkat
Inspektur Jenderal Polisi Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Lahir pada 12 Mei 1974, ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Perwira tinggi kelahiran Banyuwangi ini dikenal sebagai sosok akademisi kepolisian dengan gelar doktor di bidang hukum. Penunjukannya sebagai Kapolda Jateng efektif sejak akhir 2023, menggantikan Irjen Pol. Ahmad Luthfi yang dilantik menjadi Penjabat Gubernur Jawa Tengah.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Irjen Ribut Hari Wibowo identik dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Sebelum memimpin Polda Jateng, ia menduduki sejumlah posisi strategis:
- Wadirtipidkor Bareskrim Polri – Menangani kasus korupsi besar di tingkat nasional.
- Kapolresta Surakarta – Memimpin wilayah Solo yang menjadi barometer kondusivitas Jawa Tengah.
- Dirtipidkor Bareskrim – Puncak karier di fungsi reserse sebelum promosi sebagai Kapolda.
- Deputi Hukum dan Kerja Sama BSSN – Pengalaman lintas lembaga di bidang keamanan siber.
Kinerja dan Program Unggulan 2025-2026
Memasuki tahun 2025, kepemimpinan Irjen Ribut Hari Wibowo ditandai dengan beberapa terobosan signifikan:
- Pengungkapan Korupsi Strategis: Pada awal 2025, Polda Jateng di bawah komandonya berhasil mengungkap kasus dugaan pungutan liar di lingkungan pendidikan senilai miliaran rupiah yang melibatkan oknum pejabat daerah.
- Transparansi Penegakan Hukum: Meluncurkan kanal pengaduan digital terintegrasi "Lapor Pak Kapolda" yang memungkinkan masyarakat melaporkan pelanggaran anggota Polri secara langsung melalui WhatsApp dan media sosial.
- Reformasi Layanan Publik: Menerapkan kebijakan no-tolerance terhadap percaloan dalam penerbitan SIM dan SKCK. Seluruh layanan administrasi dialihkan ke sistem online dengan pengawasan ketat dari Propam.
- Keamanan Siber: Menginisiasi patroli siber gabungan untuk menanggulangi judi online dan pinjaman ilegal yang meresahkan warga Jateng.
- SIM Keliling Digital: Memperluas jangkauan layanan SIM keliling berbasis QRIS ke desa-desa terpencil, mengurangi antrean di Satpas hingga 60 persen per Maret 2025.
"Jangan coba-coba bermain dengan jabatan. Saya tidak akan memberi ruang sejengkal pun untuk penyalahgunaan wewenang," tegasnya dalam apel pagi di Mapolda Jateng, Januari 2025.
Tantangan dan Harapan
Beberapa tantangan utama yang dihadapi sepanjang 2025–2026 meliputi:
- Keamanan Pilkada Serentak 2026: Persiapan pengamanan tahapan pemilihan kepala daerah di 35 kabupaten/kota menjadi prioritas operasional.
- Peredaran Narkoba Jalur Pantura: Meningkatnya penyelundupan melalui jalur transportasi logistik di sepanjang pantai utara Jawa menuntut penguatan satuan narkoba.
- Kejahatan Siber: Maraknya penipuan online, phishing, dan peretasan yang menyasar UMKM menjadi atensi khusus Ditreskrimsus.
- Kepercayaan Publik: Mempertahankan integritas institusi pasca-beberapa kasus pelanggaran anggota yang viral di media sosial.
Dengan gaya kepemimpinan tegas dan rekam jejak antikorupsi yang panjang, publik Jawa Tengah menaruh ekspektasi tinggi agar Kapolda mampu menjadikan wilayahnya sebagai percontohan reformasi kepolisian di Indonesia hingga akhir masa jabatannya nanti.
Comments (0)