Irjen Pol. Winarto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Selatan
Irjen Pol. Winarto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Selatan
Profil Singkat
Inspektur Jenderal Polisi Winarto menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan sejak tahun 2024. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1991 ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan pendekatan humanis dan penegakan hukum berbasis komunitas. Sebelum bertugas di Banjarmasin, ia menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri, termasuk di jajaran reserse dan operasional.
Winarto lahir dan besar di lingkungan yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Rekam jejaknya mencerminkan konsistensi dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, ia membawa visi transformasi pelayanan kepolisian yang responsif dan akuntabel di Kalimantan Selatan.
Karier dan Riwayat Jabatan
Perjalanan karier Irjen Pol. Winarto mencakup berbagai penugasan penting di tingkat daerah dan pusat. Berikut sejumlah posisi kunci yang pernah diemban:
- Kapolres di beberapa wilayah dengan karakteristik keamanan beragam
- Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum di Polda besar
- Analis Kebijakan Madya di Bareskrim Polri
- Kepala Biro Operasi Polda
- Staf Ahli Kapolri bidang sosial dan ekonomi
- Kapolda Kalimantan Selatan sejak 2024 hingga kini
Setiap penugasan memperkuat kapasitasnya dalam penanganan kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, dan manajemen keamanan wilayah. Promosi ke jabatan Kapolda menandai puncak kepercayaan institusi terhadap kemampuannya.
Kinerja dan Program Unggulan
Memasuki tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan di bawah komando Irjen Pol. Winarto mencatat sejumlah capaian signifikan. Fokus utama diarahkan pada tiga pilar: pengungkapan kasus kriminal, pencegahan konflik sosial, dan digitalisasi layanan.
- Penurunan angka kejahatan jalanan — Operasi rutin dan patroli terpadu berhasil menekan tingkat kriminalitas di wilayah perkotaan hingga 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pengungkapan jaringan narkotika — Satuan Reserse Narkoba mengamankan barang bukti sabu seberat puluhan kilogram dalam operasi sepanjang semester pertama 2025.
- Program Banua Aman — Inisiatif pelibatan tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda untuk deteksi dini konflik serta penguatan harmoni sosial antar etnis.
- Layanan daring terintegrasi — Modernisasi sistem SKCK, SIM, dan pelaporan masyarakat melalui platform digital yang memangkas waktu tunggu hingga 50%.
"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, cepat, dan transparan," ujar Winarto dalam evaluasi kinerja semester pertama 2025.
Tantangan dan Harapan
Kalimantan Selatan menghadapi tantangan keamanan yang kompleks: aktivitas tambang ilegal, potensi konflik agraria, kebakaran hutan dan lahan, serta peredaran gelap narkotika yang memanfaatkan jalur perairan. Kapasitas personel dan keterbatasan infrastruktur menjadi kendala yang memerlukan solusi berkelanjutan.
Winarto menginisiasi penguatan kerja sama lintas instansi termasuk dengan TNI, pemerintah daerah, dan Badan Narkotika Nasional. Pendekatan preemtif dan preventif dikedepankan tanpa mengesampingkan penegakan hukum tegas terhadap pelaku kejahatan. Pada tahun 2026, Polda Kalsel menargetkan penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem pengawasan perkotaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan khusus. Ekspektasi publik terhadap profesionalisme dan integritas menjadi pengukur utama keberhasilan kepemimpinan Irjen Pol. Winarto ke depan.
Comments (0)