Komitmen Pemprov Bali Dipuji BPS, Sensus Ekonomi 2026 Makin Solid

BARU SAJA – Badan Pusat Statistik (BPS) melayangkan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh dan langkah cepat dalam mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pernyat...

Jul 12, 2026 - 09:24
0 0
Komitmen Pemprov Bali Dipuji BPS, Sensus Ekonomi 2026 Makin Solid

BARU SAJA – Badan Pusat Statistik (BPS) melayangkan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh dan langkah cepat dalam mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pernyataan resmi disampaikan langsung dalam sebuah pertemuan strategis di Denpasar yang digelar beberapa jam lalu, menandai penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah untuk menghasilkan data ekonomi nasional yang akurat.

Pertemuan Tingkat Tinggi di Denpasar

Acara yang berlangsung di Kantor Gubernur Bali itu dihadiri langsung oleh Kepala BPS dan jajaran pimpinan tinggi, Gubernur Bali beserta sekretaris daerah, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah terkait. Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam, kedua belah pihak membahas secara detail peta jalan pelaksanaan SE2026 di wilayah Bali yang memiliki karakteristik ekonomi unik sebagai destinasi pariwisata global. "Pemprov Bali telah menunjukkan komitmen luar biasa, tidak hanya dalam bentuk dukungan moril, tetapi juga alokasi sumber daya yang konkret," demikian pernyataan resmi BPS yang dikonfirmasi seusai pertemuan. Tahap awal yang telah dirampungkan meliputi pemetaan basis unit usaha, rekrutmen awal petugas lapangan, serta integrasi data administrasi kependudukan dengan basis usaha mikro.

Dukungan Penuh Pemprov Bali

Gubernur Bali menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan hajat nasional yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya pemulihan ekonomi pascapandemi yang masih menyisakan banyak tantangan di Pulau Dewata. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pendamping dalam APBD Perubahan 2025 dan 2026 untuk operasionalisasi di tingkat desa dan kecamatan. Lebih dari 2.500 petugas potensial mulai disiapkan melalui program pelatihan bersama antara BPS Provinsi Bali dan dinas tenaga kerja. Dukungan fasilitas berupa penyediaan akses internet gratis di 57 titik kantor desa adat dan dinas juga dipastikan tersedia untuk memperlancar penggunaan aplikasi mobile sensus. Data sementara menunjukkan total unit usaha yang akan dicakup di Bali mencapai 480 ribu entitas, yang tersebar di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, dan perdagangan.

Apresiasi dan Target Ambisius

BPS memberikan apresiasi secara khusus karena Pemprov Bali menjadi salah satu provinsi pertama yang menuntaskan penandatanganan nota kesepakatan pendataan awal. Kecepatan ini dinilai krusial mengingat kompleksitas ekonomi Bali yang sangat dipengaruhi mobilitas internasional dan tren digital. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPS juga menyoroti capaian Bali dalam uji coba penggunaan tablet dan perangkat lunak statistik terbaru yang mampu memangkas waktu input data hingga 40 persen dibanding metode konvensional. "Kami melihat komitmen yang tidak setengah-setengah. Ini model kolaborasi ideal yang akan kami replikasi di daerah lain," imbuh pernyataan tertulis dari BPS yang dirilis malam ini. Target akhir yang dicanangkan adalah Bali mampu mencapai cakupan pendataan 99,5 persen pada triwulan ketiga 2026, lebih cepat empat bulan dari jadwal nasional.

Langkah Konkret ke Depan

Sebagai tindak lanjut pertemuan, BPS dan Pemprov Bali menyepakati pembentukan pos koordinasi bersama yang akan mulai beroperasi minggu depan. Pos ini akan menangani arus informasi, pengaduan masyarakat, serta pemantauan progres harian melalui dasbor digital yang bisa diakses publik. Seluruh camat dan lurah di Bali telah diinstruksikan untuk aktif melakukan sosialisasi, memanfaatkan jaringan Pecalang dan PKK guna menjangkau pelaku usaha di pelosok. Dukungan dari kalangan perbankan daerah juga mulai mengalir dengan kesiapan verifikasi data keuangan secara terpadu. Update terbaru, BPS mengonfirmasi bahwa gladi resik lapangan akan digelar pada November 2025 di tiga kabupaten percontohan, yaitu Badung, Gianyar, dan Buleleng, melibatkan lebih dari 800 petugas. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan potret ekonomi Bali yang presisi untuk dasar perencanaan jangka panjang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User