JPO Tendean Rampung Dibongkar, Akses Jalan Kembali Dibuka
Jakarta - Pagi ini arus kendaraan di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, kembali bergerak normal. Itu terjadi setelah petugas menuntaskan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ambruk...
Jakarta - Pagi ini arus kendaraan di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, kembali bergerak normal. Itu terjadi setelah petugas menuntaskan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ambruk dihantam truk pada dini hari tadi.
Kronologi Kecelakaan
Insiden bermula sekitar pukul 02.30 WIB saat sebuah truk besar bernomor polisi B 9876 XY melaju dari arah Mampang menuju Tegal Parang. Diduga bak bagian belakang kendaraan dalam posisi tidak terkunci sempurna, sehingga meninggi dan menyangkut di badan JPO. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan separuh struktur penyeberangan itu runtuh dan menutupi tiga lajur jalan.
Beruntung, pada jam tersebut lalu lintas sepi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat JPO tersebut merupakan fasilitas publik permanen yang dibangun lima tahun silam.
Evakuasi dan Pembongkaran
Tak lama setelah kejadian, tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, dan kepolisian tiba di lokasi. Setelah asesmen cepat, diputuskan bahwa sisa JPO harus segera dirobohkan total karena konstruksinya sudah tidak aman. Alat berat berupa ekskavator diterjunkan untuk memotong rangka baja dan beton. Proses ini memakan waktu hampir empat jam.
Selama pembongkaran, petugas memberlakukan pengalihan arus. Kendaraan dari arah Mampang dialihkan lewat Jalan Gatot Subroto, sedangkan dari arah sebaliknya dialihkan melalui Jalan Patra. Kebijakan ini memicu antrean kendaraan yang mengular hingga satu kilometer di kedua sisi.
Pemulihan Arus
Pukul 07.30 WIB, seluruh material berhasil disingkirkan. Jalanan dibersihkan dari serpihan dan debu. Polisi lalu lintas secara bertahap membuka kembali ruas jalan. Meski begitu, volume kendaraan pada pagi hari masih ekstra padat, sehingga laju kendaraan hanya sekitar 20 kilometer per jam.
Saksi mata, Anton (42), seorang pengemudi ojek online, menyatakan bahwa dirinya terjebak kemacetan sejak pukul 05.00. "Baru bisa lepas setelah jam 8, biasanya jam segini sudah dapat 3 orderan," keluhnya. Sementara itu, warga yang biasa menggunakan JPO tersebut kini terpaksa menyeberang langsung di zebra cross terdekat yang berjarak 200 meter dari lokasi.
Tindak Lanjut
Kasatlantas Jakarta Selatan AKBP Rizky Maulana membenarkan bahwa pengemudi truk telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami masih mendalami apakah ini murni kelalaian atau ada faktor teknis di kendaraan," ujarnya singkat di lokasi. Terkait penggantian JPO, Dinas Bina Marga menyatakan akan melakukan kajian dalam waktu dekat, namun untuk sementara warga diimbau memanfaatkan fasilitas penyeberangan alternatif.
Baca juga:
Comments (0)