Jelang HUT RI Ke-81, Kemendagri Serukan Pasar Murah Masif di Seluruh Daerah

BARU SAJA — Kementerian Dalam Negeri menerbitkan instruksi langsung kepada seluruh kepala daerah dan Perum Bulog. Operasi pasar murah skala besar wajib digelar dalam hitungan hari. Langkah ini merup...

Jul 28, 2026 - 03:58
0 0
Jelang HUT RI Ke-81, Kemendagri Serukan Pasar Murah Masif di Seluruh Daerah

BARU SAJA — Kementerian Dalam Negeri menerbitkan instruksi langsung kepada seluruh kepala daerah dan Perum Bulog. Operasi pasar murah skala besar wajib digelar dalam hitungan hari. Langkah ini merupakan respons darurat terhadap gejolak harga beras dan minyak goreng yang melonjak tajam menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Instruksi itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dalam rapat koordinasi tertutup yang digelar secara hibrida pagi tadi. “Gerakan Pangan Murah harus segera dijalankan. Tidak boleh ada tawar-menawar,” tegas Tomsi kepada jajaran pemda dan direksi Bulog yang hadir. Update per pukul 14.30 WIB, sejumlah provinsi sudah mengonfirmasi kesiapannya menggelar pasar murah serentak mulai esok hari.

Apa yang Diperintahkan?

Direktif Kemendagri mencakup tiga pilar utama yang menjadi acuan seluruh pelaksana:

  • Stok Beras Bulog harus digelontorkan langsung ke titik-titik pasar murah, tanpa jalur distribusi berbelit.
  • Operasi serentak di 38 provinsi dan seluruh kabupaten/kota prioritas, dengan minimal satu titik di setiap kecamatan rawan pangan.
  • Komoditas sasaran: beras medium dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp10.900 per kg, dan minyak goreng curah bersubsidi.

Keputusan ini didasari laporan satuan tugas pangan yang menemukan indikasi penimbunan dan spekulasi harga di tingkat distributor. Data sementara dari Bapanas menunjukkan kenaikan harga beras medium hingga 7,3 persen dalam dua pekan terakhir. Beberapa wilayah seperti Papua Pegunungan dan NTT bahkan mencatat disparitas harga hingga 40 persen di atas HET.

Instruksi Khusus untuk Bulog dan Pemda

Dalam salinan instruksi yang diterima media ini, Bulog diwajibkan menyiapkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) minimal 1,5 juta ton untuk operasi pasar selama satu bulan ke depan. Sementara itu, pemerintah daerah diminta segera mengidentifikasi lokasi, menyiapkan infrastruktur pendukung, dan menerbitkan izin operasional dalam waktu 2x24 jam.

“Saya tidak ingin mendengar alasan klasik soal lambatnya administrasi. Pangan rakyat tidak bisa menunggu birokrasi,” ujar Tomsi saat dikonfirmasi terpisah. Ia juga menekankan agar bupati dan wali kota turun langsung memantau pelaksanaan di lapangan.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang 17 Agustus

Panitia perayaan HUT RI ke-81 di berbagai daerah biasanya meningkatkan permintaan bahan pokok secara signifikan. Tradisi kenduri, lomba, dan kegiatan sosial memicu konsumsi beras dan minyak goreng naik dua kali lipat. Tanpa intervensi pasar, risiko inflasi pangan diprediksi akan melebihi ambang batas psikologis.

Ekonom dari Indef, Bhima Yudhistira, menyebut langkah ini sebagai “rem darurat yang tepat.” Meski begitu, ia mengingatkan agar operasi pasar tidak menciptakan distorsi baru. “Penyaluran harus tepat sasaran. Jangan sampai beras murah justru ditampung tengkulak,” katanya.

Reaksi dan Kesiapan Daerah

Hingga berita ini ditulis, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara telah mengumumkan rencana pelaksanaan pasar murah di lebih dari 200 titik. Pemerintah Kota Surabaya bahkan menyatakan akan menggelar operasi malam hari untuk menjangkau pekerja informal. Sementara itu, Perum Bulog memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga September 2026.

Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying. “Stok cukup. Harga akan kembali stabil. Belanja secukupnya sesuai kebutuhan,” imbau Kepala Divisi Regional Bulog Jakarta. Pihak keamanan juga akan dikerahkan untuk mencegah kerumunan tidak terkendali di setiap lokasi pasar murah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User