Sep 17, 2026
Jawa Tengah

JAKARTA — Wamen Komdigi Nezar Patria Ingatkan Pentingnya Kendali Manusia atas Agentic AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini telah melompat ke babak baru yang kian kompleks. Setelah publik diguncang oleh k

JAKARTA — Wamen Komdigi Nezar Patria Ingatkan Pentingnya Kendali Manusia atas Agentic AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini telah melompat ke babak baru yang kian kompleks. Setelah publik diguncang oleh kehadiran AI generatif yang mampu memproses teks dan gambar, kini dunia industri mulai mengadopsi Agentic AI—sistem cerdas yang sanggup merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi tindakan secara mandiri tanpa memerlukan panduan langkah demi langkah dari penggunanya.

Fenomena ini membawa kemudahan eksponensial sekaligus ancaman tersembunyi bagi tata kelola digital nasional. Menanggapi lonjakan kapabilitas teknologi tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga kendali penuh manusia (human-in-the-loop) di tengah akselerasi implementasi AI di Indonesia.

Pentingnya Prinsip Kendali Manusia dalam AI Otonom

Dalam pandangan Kementerian Komunikasi dan Digital, kebebasan yang dimiliki Agentic AI untuk beroperasi secara mandiri dapat berujung pada potensi bahaya jika tidak ditopang oleh koridor etika yang kuat. Nezar menggarisbawahi bahwa kemandirian sistem bukan berarti melepaskan tanggung jawab moral dan hukum dari pembuat maupun pengguna teknologi tersebut.

"Agentic AI memiliki kemampuan mengambil keputusan serta mengeksekusi tugas secara otonom. Namun, kita tidak boleh membiarkan mesin berjalan tanpa kemudi. Kendali utama, mitigasi risiko, dan tata kelola etis harus tetap dipegang penuh oleh manusia untuk memastikan keselamatan publik," tegas Wamen Komdigi Nezar Patria.

Pengawasan ini menjadi krusial mengingat sistem cerdas berpotensi mengalami deviasi atau kesalahan logika (hallucination) saat dihadapkan pada skenario dunia nyata yang dinamis. Tanpa adanya intervensi manusia, keputusan otomatis yang diambil oleh algoritma dapat merugikan sektor hukum, keuangan, hingga keselamatan jiwa.

Perbedaan Utama AI Generatif dan Agentic AI

Untuk memahami mengapa tantangan regulasi menjadi semakin mendesak, penting bagi masyarakat dan pelaku industri untuk membedakan karakteristik antara AI generatif yang jamak digunakan saat ini dengan kemunculan Agentic AI.

Kriteria AI Generatif Agentic AI
Pola Kerja Merespons instruksi langsung (prompt) dari pengguna. Merencanakan dan mengeksekusi rantai tugas secara mandiri.
Pengambilan Keputusan Menghasilkan konten/saran jawaban semata. Mengambil tindakan langsung pada sistem eksternal.
Tingkat Otonomi Rendah (Pasif). Tinggi (Proaktif dan Adaptif).
Peran Manusia Pengarah utama di setiap langkah. Pengawas (Human-in-the-loop) & Mitigator Risiko.

Strategi Mitigasi Risiko dan Regulasi Komdigi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengawal perkembangan ini. Meskipun Surat Edaran Etika AI telah diterbitkan sebagai panduan awal, lonjakan Agentic AI menuntut adanya pendekatan regulasi yang lebih dinamis dan responsif.

Nezar menegaskan bahwa strategi mitigasi risiko nasional harus mencakup setidaknya empat pilar utama dalam pemanfaatan AI berorientasi agen:

  • Akuntabilitas Hukum: Memastikan adanya subjek hukum (individu atau korporasi) yang bertanggung jawab atas setiap dampak keputusan AI.
  • Transparansi Algoritma: Membuka ruang audit atas proses berpikir mesin agar keputusan yang dihasilkan dapat dilacak (explainable AI).
  • Perlindungan Data Pribadi: Mencegah pengumpulan data berlebih oleh agen AI saat menjalankan aksinya di ruang digital.
  • Pencegahan Disrupsi Tenaga Kerja: Mempersiapkan reskilling bagi pekerja agar mampu berkolaborasi dengan sistem otonom, bukan tergantikan sepenuhnya.

Dengan langkah kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan praktisi industri, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar konsumen teknologi, tetapi juga pelopor dalam tata kelola AI yang aman, inklusif, dan beretika demi kemajuan bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User