Jakarta Tuan Rumah Pertama Harmony in Diversity Award 2026
JAKARTA — Jakarta mencatat sejarah baru sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menggelar Harmony in Diversity Award 2026. Penghargaan bergengsi ini dirancang untuk merajut kembali soli...
JAKARTA — Jakarta mencatat sejarah baru sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menggelar Harmony in Diversity Award 2026. Penghargaan bergengsi ini dirancang untuk merajut kembali solidaritas dan persatuan di kawasan yang kian rentan terhadap gesekan sosial.
Panggung Perdana di Jantung Nusantara
Kepastian itu diumumkan langsung oleh Pramono, tokoh kunci di balik suksesnya penunjukan ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa ibu kota tidak sekadar menjadi tempat seremoni, melainkan panggung pertaruhan masa depan toleransi regional. “Jakarta dipilih bukan karena gedung megahnya, tapi karena daya hidup keberagaman di sini nyata dan teruji setiap hari,” ujarnya.
Harmony in Diversity Award 2026 akan mempertemukan para pemimpin komunitas, aktivis perdamaian, hingga pemangku kebijakan dari sebelas negara ASEAN. Agenda utama penghargaan ini adalah mengidentifikasi dan mereplikasi praktik-praktik terbaik dalam mengelola perbedaan—dari dialog lintas iman hingga integrasi sosial di tingkat akar rumput.
Lebih dari Sekadar Trofi
Berbeda dari ajang seremonial biasa, penghargaan ini mengusung format penjurian ketat dengan tiga pilar penilaian: dampak terukur terhadap penurunan indeks intoleransi, keberlanjutan program minimal lima tahun, dan skalabilitas inisiatif ke lintas batas negara. Dewan juri independen akan dibentuk dari unsur akademisi, tokoh masyarakat sipil, dan perwakilan organisasi multilateral Asia Tenggara.
Menurut Pramono, Jakarta akan menjadi laboratorium hidup selama penyelenggaraan. Sejumlah kawasan padat penduduk dengan sejarah gesekan tinggi direncanakan menjadi lokasi kunjungan lapangan bagi para delegasi. “Mereka tidak hanya melihat Jakarta lewat jendela hotel. Mereka akan turun ke gang-gang sempit, berbincang dengan warga, dan melihat langsung bagaimana harmoni dibangun dari bawah,” tambahnya.
Momentum Strategis bagi Indonesia
Penunjukan ini datang di saat yang krusial. Data dari beberapa lembaga pemantau perdamaian menunjukkan adanya peningkatan tensi berbasis identitas di sejumlah negara tetangga sepanjang 2024–2025. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia diharapkan mampu mengerek kembali citranya sebagai jangkar stabilitas dan laboratorium demokrasi inklusif di Asia Tenggara.
Dari sisi persiapan, pemerintah provinsi telah menyiapkan paket dukungan penuh: mulai dari keamanan berlapis, fasilitas kesehatan siaga darurat, hingga jalur transportasi khusus delegasi. Pelibatan pelaku usaha mikro dan menengah juga menjadi prioritas untuk memastikan efek ekonomi acara ini menyebar langsung ke warga.
Harmony in Diversity Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada kuartal ketiga tahun depan. Panitia menargetkan lebih dari seribu peserta dari berbagai elemen masyarakat sipil ASEAN hadir secara fisik. Publik dapat mengikuti perkembangan persiapan melalui kanal resmi yang akan diluncurkan bulan depan. “Ini bukan acara pemerintah semata. Ini ajang kita semua untuk membuktikan bahwa perbedaan adalah kekuatan,” pungkas Pramono.
Comments (0)