JAKARTA SELATAN — Gebrakan mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Setelah
Pengumuman ini sontak mengejutkan publik dan penggemar setianya. Dikenal sebagai diva pop era 90-an dengan karakter vokal soprano yang kuat dan image glamo
Pengumuman ini sontak mengejutkan publik dan penggemar setianya. Dikenal sebagai diva pop era 90-an dengan karakter vokal soprano yang kuat dan image glamor, langkah Dewi Gita untuk total mendalami genre horor menjadi daya tarik tersendiri. Dalam sesi tanya jawab, Dewi Gita mengaku telah menolak puluhan tawaran main film sebelumnya. Namun, naskah "Lastri: Arwah Kembang Desa" yang ditulis oleh Asaf Antariksa langsung menggetarkan hatinya. "Ini bukan hanya soal debut, ini soal warisan cerita yang harus disampaikan," tegasnya.
Dari Mikrofon Emas ke Layar Perak
Mengenakan balutan kebaya hitam kontemporer, Dewi Gita duduk di samping sutradara Aditya Gumay dan produser eksekutif Raam Punjabi. Suasana konferensi pers berubah serius saat Dewi Gita menceritakan proses adaptasinya. Ia harus meninggalkan zona nyamannya sebagai penyanyi yang biasanya tampil penuh senyum. Dalam film ini, ia harus bertransformasi 180 derajat menjadi sosok yang angker dan penuh dendam.
"Awalnya saya ragu. Saya ini kan penyanyi, biasa menghibur. Tapi setelah membaca naskahnya, saya menangis. Saya merasa cerita Lastri ini sangat relevan dengan perjuangan perempuan yang terpinggirkan. Saya langsung telepon Aditya dan bilang, 'Ayo, saya siap total'," ungkap Dewi Gita penuh semangat.
Sutradara Aditya Gumay mengaku tidak salah pilih. Menurutnya, Dewi Gita memiliki tatapan mata yang sangat kuat dan mampu memancarkan emosi mendalam tanpa banyak bicara. "Kami butuh seseorang yang bisa menyanyikan 'nyanyian kematian' dalam film ini dengan teknik vokal yang tepat, sekaligus berakting. Hanya Dewi Gita yang bisa," puji Aditya.
Membedah Misteri "Lastri: Arwah Kembang Desa"
Film yang diproduksi oleh MVP Pictures ini mengangkat kisah rakyat yang kelam dari pedalaman Jawa. Bercerita tentang seorang penari ronggeng bernama Lastri yang menjadi korban fitnah dan pembunuhan keji oleh para penguasa desa pada tahun 1960-an. Arwahnya tidak pernah tenang dan menjelma sebagai "Kembang Desa Maut". Dewi Gita sendiri tidak memerankan tokoh Lastri, melainkan tokoh antagonis utama berjuluk "Nyi Sekar", seorang juru kunci misterius yang memiliki ikatan darah dengan para penjahat masa lalu dan berusaha melindungi rahasia kelam desanya menggunakan ilmu hitam.
Proses penggarapan film ini memakan waktu cukup lama. Aditya Gumay mengungkapkan bahwa riset mendalam dilakukan ke desa-desa terpencil untuk memastikan autentisitas ritual dan detail kebudayaan yang ditampilkan. Film ini menjanjikan tontonan horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare murahan, tetapi juga kengerian psikologis dan visual efek yang megah. Lokasi syuting dipilih langsung di perkebunan teh kuno dan rumah-rumah limasan asli yang sudah berusia ratusan tahun.
Tantangan Mistis di Balik Layar
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Gita berbagi pengalaman mistis yang cukup menguras mentalnya selama syuting. Ia mengaku harus menjalani ritual khusus sebelum memerankan Nyi Sekar, termasuk berpuasa dan berlatih olah napas tingkat tinggi untuk menghasilkan suara "seram" yang diinginkan sutradara. "Aku sampai enggak kenal diriku sendiri waktu bercermin. Energinya benar-benar gelap. Tapi di situlah seninya," tuturnya.
Tak hanya Dewi Gita, jajaran pemain lain yang turut hadir dalam konferensi pers seperti Prilly Latuconsina (sebagai Lastri versi arwah), Jourdy Pranata (sebagai pewaris tahta desa), dan Asri Welas (sebagai tabib desa) juga mengaku kerap merinding dengan setting lokasi yang terlalu alami. Chemistry di antara para pemain diklaim sangat solid berkat proses workshop selama tiga bulan sebelum kamera mulai menyala.
Harapan untuk Perfilman Indonesia
Film "Lastri: Arwah Kembang Desa" dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Desember 2026. Pemilihan jadwal tersebut diyakini tim produksi sebagai penutup tahun yang sempurna, menawarkan teror berkelas yang sarat akan kritik sosial. Bagi Dewi Gita pribadi, ini bukan sekadar proyek iseng. Ia berharap dapat membuka jalan bagi para musisi senior untuk berani lebih ekspresif dalam berkesenian.
"Jangan pernah takut untuk memulai di usia berapa pun. Saya ingin membuktikan bahwa seniman itu multidimensi. Semoga akting saya di film ini bisa diterima dan memuaskan dahaga penonton horor Indonesia," pungkas Dewi Gita diiringi tepuk tangan meriah.[SOCIAL_TWEET]: Menangis baca naskahnya! 😱🎤 @DewiGita resmi debut di film horor "Lastri: Arwah Kembang Desa" sebagai antagonis. Nggak nyanyi merdu, tapi bikin merinding! Simak press conf-nya. #DewiGita #LastriArwahKembangDesa #HororIndonesia[SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING: Sang Diva Dewi Gita Umumkan Film Horor! "Lastri: Arwah Kembang Desa" siap tayang Desember 2026. Sutradara Aditya Gumay puji tatapan mata misterius Dewi. Detail lengkap di sini! 👇
Comments (0)