Jakarta — IHSG Ditutup Membaik Setelah Sempat Terseok dan Kena Trading Halt

JAKARTA, Beritatercepat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperbaiki posisi pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), meskipun sebelum

Jul 13, 2026 - 14:21
0 0
Jakarta — IHSG Ditutup Membaik Setelah Sempat Terseok dan Kena Trading Halt

JAKARTA, Beritatercepat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperbaiki posisi pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), meskipun sebelumnya sempat ambles hingga menyentuh batas trading halt. Indeks acuan bursa saham Indonesia itu ditutup di level 6.812,45 atau turun tipis 0,38% dari penutupan hari sebelumnya, tetapi pulih signifikan dari level terendah intraday 6.490 yang memicu penghentian perdagangan sementara.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 4.931.760 kali sepanjang hari. Papan elektronik di lantai bursa sempat menampilkan warna merah pekat sebelum akhirnya berubah menjadi hijau di sesi akhir.

Kronologi: Dari Trading Halt ke Rebound

IHSG dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,2% ke 6.770, melanjutkan sentimen negatif dari bursa Asia. Namun, aksi jual semakin deras pada pukul 10.15 WIB setelah rilis data manufaktur Tiongkok yang mengecewakan dan kekhawatiran eskalasi perang dagang antara AS dan Uni Eropa. Dalam waktu kurang dari satu jam, indeks terjun bebas ke 6.490—turun 5,25% dari penutupan sebelumnya—sehingga secara otomatis memicu penghentian perdagangan (trading halt) selama 30 menit sesuai aturan BEI.

Aturan BEI menetapkan bahwa jika IHSG turun lebih dari 5% dalam satu hari, perdagangan dihentikan sementara untuk mencegah kepanikan. Mekanisme serupa juga berlaku bila indeks turun 10% (trading halt kedua) dan 15% (penghentian total).

Setelah perdagangan dibuka kembali pukul 10.45 WIB, indeks bergerak fluktuatif namun perlahan pulih didorong oleh aksi beli selektif (bargain hunting) dari investor domestik dan institusi. Sektor perbankan dan energi menjadi motor pemulihan, dengan saham-saham seperti BBRI, TLKM, dan ASII membalikkan kerugian menjadi positif tipis.

Faktor Pemicu dan Sentimen Pasar

Analis Pasar Modal dari AAA Sekuritas, Budi Santoso, menjelaskan bahwa anjloknya IHSG pagi tadi dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik.

"Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, terutama setelah data PMI Manufaktur Tiongkok di bawah ekspektasi, memicu outflow dari pasar emerging. Namun, investor lokal melihat peluang di harga diskon dan masuk akumulasi, sehingga indeks bisa rebound,"

— ujar Budi kepada Beritatercepat.com.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% turut memberikan stabilitas pada nilai tukar rupiah, sehingga mengurangi tekanan jual di pasar saham. Rupiah ditutup menguat tipis 0,2% ke Rp15.720 per dolar AS setelah sebelumnya sempat terdepresiasi ke Rp15.850.

Saham-saham yang Paling Terpengaruh

Meski IHSG berhasil rebound, sejumlah saham masih mencatatkan kerugian dalam. Saham-saham siklikal seperti properti dan konstruksi tertekan cukup dalam, antara lain:

  • Waskita Karya (WSKT) turun 6,8% ke Rp202
  • PP Properti (PPRO) melemah 5,1% ke Rp56
  • Panin Financial (PNLF) terpangkas 7,3% ke Rp268

Sebaliknya, saham-saham defensif seperti konsumsi dan farmasi justru menjadi tempat pelarian investor. Indofood CBP (ICBP) naik 1,7% ke Rp11.900, sementara Kimia Farma (KAEF) menguat 2,4% ke Rp1.625.

Volume dan Data Perdagangan

Volume perdagangan hari ini tercatat sangat tinggi, mencapai 27,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp24,3 triliun. Frekuensi perdagangan sebanyak 4.931.760 kali mencerminkan tingginya aktivitas spekulasi dan rotasi sektor saat pasar mencari level keseimbangan baru.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,2 triliun di pasar reguler, tetapi net buy di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp850 miliar, mencerminkan bahwa sebagian dana asing justru mulai mengakumulasi saham-saham blue chip di harga rendah.

Proyeksi Perdagangan Besok

Pasar diperkirakan masih akan bergerak volatile pada perdagangan Jumat (30/1) karena menanti rilis data inflasi AS dan rapat The Fed. Analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati, namun melihat support kuat IHSG di level 6.700.

"Jika sentimen global mereda, IHSG berpeluang kembali ke level 6.900 dalam pekan depan. Tapi kita perlu waspadai risiko eksternal,"

— kata analis dari BNI Sekuritas, Liliana Wijaya.

FAQ Seputar Trading Halt dan IHSG

Berikut tiga pertanyaan esensial terkait peristiwa hari ini:

[SOCIAL_TWEET]: IHSG sempat terkena trading halt usai anjlok 5,25% pagi tadi, namun berhasil rebound dan ditutup tipis 0,38% di 6.812. Simak kronologi lengkapnya di Beritatercepat.com #IHSG #BursaEfekIndonesia #TradingHalt

[SOCIAL_FB]: Meski sempat terseok dan memicu trading halt, IHSG menutup perdagangan Kamis (29/1) dengan sedikit membaik. Indeks acuan BEI ini pulih dari level terendah 6.490 ke 6.812,45. Apa pemicunya dan bagaimana proyeksinya? Baca selengkapnya.

[SOCIAL_TG]: 🔴 IHSG Hari Ini: Trading Halt, Rebound, dan Penutupan Tipis Indeks sempat jatuh 5,25% ke 6.490, namun pulih ke 6.812. Kapitalisasi pasar: Rp14.950 T. Simak analisis lengkapnya.

[SOCIAL_THREADS]: IHSG hari ini bikin deg-degan: pagi trading halt, siang rebound, tutup di 6.812. Thread ini jelasin apa yang terjadi, saham apa aja yang loyo, dan prediksi besok. #investasi #saham

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User