JAKARTA — BRIN & Operator Nasional Ajukan Satelit LEO, Tantang Dominasi Starlink di RI
Persaingan di industri internet satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) di Tanah Air kian memanas. Setelah Elon Musk berhasil merajai pasar melalui
Persaingan di industri internet satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) di Tanah Air kian memanas. Setelah Elon Musk berhasil merajai pasar melalui Starlink, kini operator satelit nasional mulai menunjukkan manuver untuk tidak sekadar menjadi penonton. Langkah strategis diambil dengan mengajukan pendaftaran satelit baru ke International Telecommunication Union (ITU).
Proses Panjang Menuju Orbit LEO
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Beritatercepat.com, setidaknya dua raksasa satelit dalam negeri, yaitu PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Telkomsat, secara aktif mulai menempuh jalur regulasi. Pengajuan hak orbit dan spektrum frekuensi ke ITU adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan slot orbit Indonesia tidak diambil alih oleh pemain asing.
Namun, masyarakat Indonesia belum bisa bernapas lega dalam waktu dekat. Proses perizinan dan pengembangan dari tahap administrasi hingga peluncuran fisik diproyeksikan memakan waktu hingga tujuh tahun. Waktu tersebut diperlukan untuk memenuhi berbagai tahapan, mulai dari pengajuan Administrative Due Diligence, penyelesaian regulasi Kominfo, manufaktur, hingga penjadwalan roket peluncur.
Strategi Kolaborasi Multipihak
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, dalam acara peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7/2026), memberikan sinyalemen kuat bahwa negeri ini harus memiliki kapasitas konektivitas untuk kedaulatan digital. Dalam keterangan tertulisnya, Arif menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik negara, dan pihak swasta.
"Kita tidak bisa terus bergantung pada teknologi asing. Sudah saatnya operator nasional memiliki konstelasi LEO sendiri untuk melayani daerah yang secara ekonomi kurang menguntungkan bagi pemain global,"
ujar Arif Satria di hadapan awak media.
Perlawanan terhadap Raksasa Global
Kehadiran Starlink selama ini di Indonesia memang menjadi dilema. Di satu sisi, layanan berbasis LEO ini menawarkan kecepatan tinggi untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran mengenai kedaulatan data dan potensi monopoli pasar. Dengan masuknya PSN dan Telkomsat ke arena ini, diharapkan tercipta iklim kompetisi yang lebih sehat.
Berikut adalah poin kunci dari rencana strategis satelit LEO nasional ini:
- Pengajuan ITU: PSN dan Telkomsat telah memasukkan berkas administrasi untuk mengamankan slot orbit LEO.
- Timeline Panjang: Total durasi hingga operasional diperkirakan mencapai 7 tahun, termasuk tahap manufaktur satelit.
- Target Pasar: Fokus utama pada penyediaan akses internet untuk wilayah rural dan sektor maritim yang luas.
- Dukungan Regulator: BRIN dan Kementerian Kominfo mendorong penuh agar program ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Komitmen Pemerintah dan Pasar Potensial
Pengamat telekomunikasi menilai, meski investasi untuk konstelasi LEO sangat besar, potensi pasarnya di Indonesia sangat menggiurkan. Dengan lebih dari 17.000 pulau, konektivitas berbasis kabel serat optik tidak mungkin menjangkau semuanya. Di sinilah peran vital satelit LEO yang memiliki latensi rendah, setara bahkan lebih baik dari jaringan 4G di beberapa area.
Pemerintah melalui BRIN dan operator nasional berharap, dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, Indonesia bisa melepaskan diri dari ketergantungan total terhadap konstelasi asing. Keberadaan satelit LEO buatan "Merah Putih" nantinya tidak hanya untuk kebutuhan komersial sipil, tetapi juga diproyeksikan mampu mendukung jaringan komunikasi pertahanan dan kebencanaan yang lebih tangguh.
Hingga berita ini diturunkan, PSN dan Telkomsat masih belum memberikan pernyataan resmi terkait nilai investasi pasti dan vendor manufaktur satelit yang akan digandeng. Namun, langkah pengajuan ke ITU ini sudah menjadi bukti bahwa Indonesia sedang bersiap menulis ulang peta persaingan internet satelit global.
[SOCIAL_TWEET]: Operator satelit RI, PSN dan Telkomsat, resmi ajukan slot orbit untuk satelit LEO ke ITU. Proses menuju langit butuh 7 tahun. #SainganStarlink #SatelitMerahPutih[SOCIAL_TG]: 🛰️ Bocoran Proyek Saingan Starlink di Indonesia! Operator nasional PSN & Telkomsat mulai garap satelit LEO. Prosesnya panjang, butuh 7 tahun sebelum meluncur ke orbit. Selengkapnya: [Link]
Comments (0)