Dari Times Square ke Istana, Viking Row Meriahkan Piala Dunia 2026

Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara tak hanya menyuguhkan drama 90 menit di atas lapangan. Di tengah gegap gempita pertandingan, Norw

Jul 12, 2026 - 22:34
0 0
Dari Times Square ke Istana, Viking Row Meriahkan Piala Dunia 2026

Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara tak hanya menyuguhkan drama 90 menit di atas lapangan. Di tengah gegap gempita pertandingan, Norwegia mencuri perhatian dunia dengan menghidupkan kembali warisan leluhurnya: Viking Row. Dari pusat gemerlap Times Square, New York, hingga halaman megah Istana Kerajaan di Oslo, tradisi mendayung khas bangsa Nordik ini bertransformasi menjadi perayaan budaya global yang memukau ribuan pasang mata.

Perjalanan simbolis itu dimulai pada 12 Juli 2026. Puluhan perahu naga mini berhiaskan ukiran khas Viking memenuhi kawasan Times Square. Bukan sembarang replika, perahu-perahu itu dilengkapi dayung kayu otentik sepanjang 2,5 meter dan dihias dengan perisai bernuansa merah-hitam-emas. Ratusan pendayung berpakaian linen kuno dan helm bertanduk—meskipun secara historis tidak akurat—beraksi diiringi tabuhan drum perang yang menggetarkan dada.

Raja Harald V Ambil Bagian dalam Upacara Simbolis

Namun, sorotan utama tertuju pada partisipasi Raja Harald V dari Norwegia. Meski berada ribuan kilometer dari New York, sang raja turut memimpin upacara Viking Row dari Istana Kerajaan di Oslo. Dalam siaran langsung yang diproyeksikan ke layar raksasa di Times Square, Raja Harald terlihat duduk di buritan sebuah replika kapal panjang Gokstad, mendayung dengan mantap didampingi para veteran angkatan laut dan atlet dayung nasional. Momen tersebut sontak disambut gemuruh tepuk tangan penonton di New York.

“Ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan pesan bahwa semangat Viking—keberanian, persatuan, dan ketangguhan—masih hidup dalam diri kami. Kami ingin dunia merasakannya,” ujar Raja Harald V dalam pidato singkatnya yang disiarkan melalui tautan video. Pernyataan ini segera menjadi viral di media sosial dengan tagar #VikingRow2026.

Festival Budaya Menyatu dengan Euforia Sepak Bola

Norwegia memang tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, namun negara Skandinavia itu tidak kehilangan akal. Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Norwegia menggandeng FIFA untuk menyelenggarakan festival budaya di sela-sela pertandingan. Viking Row menjadi salah satu dari serangkaian acara bertajuk “Norway Beyond Football” yang digelar di kota-kota tuan rumah: New York/New Jersey, Los Angeles, dan Dallas.

Menariknya, acara puncak di Times Square dihadiri oleh lebih dari 50 ribu orang—mayoritas penggemar sepak bola yang sedang menikmati hari tanpa pertandingan. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga diajak berpartisipasi. Ratusan pendayung dadakan direkrut dari kerumunan untuk mencoba sensasi mendayung di replika kapal yang dipasang di kolam buatan raksasa.

“Kami ingin menciptakan pengalaman imersif. Begitu Anda memegang dayung, Anda menjadi bagian dari sejarah Viking meski hanya beberapa menit,” ungkap Ingrid Sørensen, direktur program dari VisitNorway, kepada awak media.

Mengutip data dari kepolisian New York, antrean mencapai 300 meter dan waktu tunggu hingga dua jam tidak menyurutkan antusiasme. Bahkan, beberapa suporter mengenakan jersey tim nasional favorit mereka sambil mendayung, menciptakan pemandangan unik—perpaduan antara sepak bola modern dan tradisi kuno.

Manuver Promosi Pariwisata yang Cerdik

Di balik kemeriahan, terselip strategi pariwisata yang ambisius. Pemerintah Norwegia mengalokasikan dana sebesar 15 juta kroner (sekitar Rp 21 miliar) untuk kampanye “Viking Row World Tour” yang akan berlanjut ke Jepang, Brasil, dan Australia setelah Piala Dunia. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Norwegia hingga 12% pada 2027, sejalan dengan target pemerintah untuk memperkuat citra negara sebagai destinasi budaya dan alam.

Para pelaku industri kreatif lokal pun turut diuntungkan. Pengrajin kapal tradisional di kota pesisir Bergen kebanjiran pesanan untuk membuat replika perahu dan dayung. “Biasanya kami membuat ini untuk museum, sekarang tiba-tiba ada pesanan dari Amerika. Ini anugerah,” ujar Lars Johansen, pemilik bengkel kapal yang telah beroperasi sejak 1898.

Warisan yang Mendunia

Viking Row bukan sekadar hiburan. Tradisi mendayung ini berakar pada kehidupan masyarakat pesisir Norwegia sejak abad ke-8, ketika kapal-kapal panjang mengarungi samudra untuk berdagang, menjelajah, dan—memang—menyerbu. Hari ini, Norwegia memilih menampilkan sisi inspiratifnya: keterampilan mendayung yang melatih kekompakan dan daya tahan.

Beberapa sekolah di New York bahkan menjadwalkan kunjungan khusus agar siswanya bisa belajar sejarah interaktif melalui acara ini. “Anak-anak lebih mudah memahami sejarah ketika mereka bisa menyentuh dan mencoba, bukan hanya membaca buku,” kata Margaret O’Connell, guru sejarah dari Queens.

Dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, gaung Viking Row diperkirakan tak akan surut. Dokumentasi acara telah ditonton lebih dari 45 juta kali di berbagai platform digital, dan panitia menyatakan akan menjadikannya acara tahunan. Dari Times Square yang riuh hingga istana yang teduh, dayung-dayung Viking terus mengayuh semangat baru bagi Norwegia—dan dunia.

[SOCIAL_TWEET]: Tradisi mendayung Viking mengguncang Times Square di sela Piala Dunia 2026! Raja Norwegia pun ikut ambil bagian dari Istana Oslo. Simak kemeriahan #VikingRow2026 #PialaDunia2026 #BudayaNorwegia[SOCIAL_TG]: 🚣‍♂️⚽ Heboh! Norwegia bikin kejutan di Piala Dunia 2026 dengan Viking Row. Mulai dari Times Square hingga Istana Kerajaan, Raja Harald V pun ikut mendayung. Simak liputannya! 🌍👑

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User