Gunung Karangetang Erupsi, Semburan Api dan Lava Pijar Muncul

SIAU, Beritatercepat.com — Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkani

Jul 13, 2026 - 04:06
0 0
Gunung Karangetang Erupsi, Semburan Api dan Lava Pijar Muncul

SIAU, Beritatercepat.com — Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik mengkhawatirkan pada Minggu (12/7/2026). Erupsi yang terjadi sejak dini hari itu disertai semburan api dari area puncak serta guguran lava pijar yang meluncur ke lereng selatan dan tenggara gunung, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus memicu kewaspadaan warga sekitar.

Berdasarkan pemantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang di Desa Salili, semburan api terpantau mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas kawah utama. Sementara itu, guguran lava pijar tercatat meluncur hingga jarak 1.500 hingga 2.000 meter ke arah Kali Beha dan Kali Batang di lereng selatan-tenggara. Guguran material vulkanik tersebut berpotensi memicu awan panas guguran apabila volume material tidak stabil terus bertambah.

Kronologi Erupsi Minggu Dini Hari

  1. Pukul 02:17 WITA — Seismograf PGA Karangetang merekam peningkatan signifikan amplitudo tremor vulkanik. Sensor infrasonik mendeteksi sinyal letusan dengan durasi awal 127 detik. Petugas jaga segera meningkatkan status pengamatan dan mengaktifkan sirine peringatan dini di tiga titik desa terdekat.
  2. Pukul 02:34 WITA — Semburan api pertama teramati dari pos pengamatan. Kolom api membubung setinggi 50 meter dari kawah utama, disertai lontaran material pijar berskala kecil. Kamera CCTV thermal mengonfirmasi suhu kolom erupsi mencapai 850–950 derajat Celsius.
  3. Pukul 03:10 WITA — Intensitas erupsi meningkat. Guguran lava pijar mulai mengalir ke lereng selatan-tenggara melalui alur Kali Beha. Data drone thermal mencatat panjang aliran lava mencapai 800 meter dalam 36 menit pertama. Warga Desa Bebali dan Desa Salili yang bermukim di radius 4 kilometer dari puncak mulai dievakuasi mandiri ke titik kumpul yang telah ditentukan.
  4. Pukul 04:45 WITA — Tim gabungan dari BPBD Sitaro, TNI, dan relawan kebencanaan mengerahkan 12 unit kendaraan taktis ke zona rawan. Proses evakuasi terstruktur dimulai dengan prioritas lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sebanyak 237 warga dari Desa Bebali dipindahkan ke balai desa dan gedung gereja di zona aman.
  5. Pukul 06:00 WITA — Cahaya matahari mulai menampakkan kolom abu vulkanik berwarna kelabu pekat yang membumbung hingga 1.200 meter di atas puncak. Arah angin dominan ke tenggara membawa abu vulkanik menuju perairan Laut Maluku, sehingga permukiman warga di sisi utara relatif aman dari hujan abu.

Respons PVMBG dan Pemerintah Daerah

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui rilis resmi yang diterbitkan pukul 08:00 WITA menegaskan bahwa status Gunung Karangetang masih berada pada Level III (Siaga), status yang telah ditetapkan sejak April 2026 pasca peningkatan aktivitas pada kuartal pertama tahun tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak, serta memperluas jarak aman menjadi 5 kilometer pada sektor selatan dan tenggara mengingat potensi awan panas guguran di alur Kali Beha dan Kali Batang. Gunung Karangetang memiliki karakteristik erupsi efusif-eksplosif yang bisa berubah sewaktu-waktu," ujar Kepala PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

Bupati Kabupaten Sitaro telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/217/2026. Langkah ini memungkinkan mobilisasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk operasional dapur umum, tenda pengungsian, logistik, dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Dampak dan Kerugian Sementara

Hingga Minggu petang pukul 17:00 WITA, data sementara dari Posko Tanggap Darurat mencatat:

  • 423 jiwa dari tiga desa mengungsi ke lima titik pengungsian utama.
  • Lahan pertanian seluas 127 hektare di lereng selatan tertutup abu vulkanik dengan ketebalan 2–5 milimeter.
  • Akses jalan trans-Siau di segmen Dompase- Bebali ditutup sementara akibat material vulkanik yang menutupi badan jalan sepanjang 400 meter.
  • Tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius. Dua warga lansia mengalami sesak napas ringan akibat paparan abu dan telah ditangani medis.
  • PT Pelni menunda keberangkatan KM Dorolonda dari Pelabuhan Ulu Siau selama 24 jam sebagai langkah antisipasi.

Sejarah Aktivitas dan Karakteristik Gunung Karangetang

Gunung Karangetang merupakan stratovolcano aktif dengan ketinggian 1.827 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk dalam kategori Tipe A bersama 76 gunung api aktif lainnya di Indonesia yang memiliki catatan erupsi historis panjang. Sejak tahun 1675, gunung ini telah mencatatkan lebih dari 60 periode erupsi dengan berbagai tingkat intensitas.

Erupsi terbesar dalam sejarah modern terjadi pada Agustus 2010 yang memaksa evakuasi lebih dari 2.000 warga dan menewaskan empat orang akibat awan panas guguran. Karakteristik khas Gunung Karangetang adalah aktivitas efusif berupa pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil di dua kawah aktif—Kawah Utara (Kawah Dua) dan Kawah Selatan (Kawah Utama). Kubah lava yang terus tumbuh dan runtuh inilah yang menjadi sumber guguran lava pijar dan awan panas.

Rekomendasi Keselamatan Terkini

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi tegas yang berlaku efektif per 12 Juli 2026 pukul 18:00 WITA:

  • Masyarakat tidak diperkenankan mendekati area dalam radius 3 km dari puncak.
  • Zona bahaya diperluas menjadi 5 km di sektor selatan-tenggara menyusuri alur Kali Beha, Kali Batang, dan Kali Timbelang.
  • Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat abu vulkanik.
  • Nelayan dan operator transportasi laut diminta waspada terhadap potensi longsoran material vulkanik ke laut yang dapat memicu gelombang tinggi lokal.

Tim SAR gabungan bersama BPBD Sitaro terus melakukan patroli dan pemantauan 24 jam di zona rawan. Dukungan logistik dari Pemprov Sulawesi Utara dan BNPB pusat dijadwalkan tiba pada Senin (13/7/2026) melalui jalur laut. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih menunjukkan fluktuasi dengan potensi erupsi lanjutan sewaktu-waktu.

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Gunung Karangetang di Sitaro erupsi dini hari tadi. Semburan api capai 100 meter & lava pijar meluncur 2 km ke lereng selatan. 423 warga mengungsi, status Siaga Level III. #GunungKarangetang #Erupsi #Sitaro[SOCIAL_TG]: 🌋🔥 Gunung Karangetang Erupsi! Minggu (12/7) dini hari, semburan api & lava pijar meluncur dari puncak. 423 warga mengungsi, radius bahaya 5 km di sektor selatan. Status: Level III Siaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User