Jakarta - Lembaga pengelola investasi Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), akhirnya memberikan pernyataan re
Kepemilikan Strategis di Dua Bank BUMN Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari data Bursa Efek Indonesia, INA tercatat sebagai salah satu pemegang saham penting di PT Bank Rakyat Indones
Kepemilikan Strategis di Dua Bank BUMN
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari data Bursa Efek Indonesia, INA tercatat sebagai salah satu pemegang saham penting di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham BBRI. Sovereign wealth fund ini menggenggam sebanyak 5,49 miliar lembar saham, yang merepresentasikan porsi kepemilikan sebesar 3,63 persen dari total saham beredar.
Tak hanya di BRI, INA juga memiliki eksposur yang lebih besar di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Di bank dengan kapitalisasi pasar jumbo ini, INA memegang kendali atas 7,46 miliar lembar saham, setara dengan 8 persen dari total saham yang beredar di publik. Total nilai investasi ini tentu menjadi sorotan ketika indeks harga saham gabungan mengalami tekanan dan saham-saham perbankan turut terkoreksi.
Bertahan Demi Prospek Jangka Panjang
Chief Financial Officer INA, Eddy Porwanto, dalam keterangannya kepada media kami menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melepas kepemilikan di kedua bank BUMN tersebut. Di saat pelaku pasar lain mungkin tergoda untuk melakukan aksi jual demi mengamankan portofolio, INA justru memilih mengambil posisi berlawanan dengan tetap menahan sahamnya.
Alasan di balik keputusan ini, menurut Eddy, sangat fundamental. Ia menilai kedua himpunan bank milik negara (Himbara) tersebut memiliki fondasi bisnis yang kokoh dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat menjanjikan. Volatilitas yang terjadi saat ini lebih dipandang sebagai dinamika jangka pendek yang tidak mengubah nilai intrinsik dari investasi di sektor perbankan nasional.
"Kami akan mempertahankan kepemilikan saham di kedua BUMN tersebut di tengah tingginya volatilitas pasar saat ini. Kedua Himbara ini memiliki prospek jangka panjang yang baik," ujar Eddy Porwanto.
Keputusan INA ini menjadi sinyal positif bagi pasar, menegaskan bahwa lembaga pengelola investasi negara memiliki keyakinan tinggi terhadap fundamental dan ketahanan bank-bank BUMN di Indonesia. Dengan tetap menggenggam saham BBRI dan BMRI, INA seolah memberikan pesan bahwa turbulensi pasar saat ini justru menjadi momen yang tepat untuk menegaskan komitmen investasi jangka panjang.
Comments (0)