Atambua, Kota Bersejarah di Jalur Penerbangan Dunia
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap nilai historis Kota Atambua yang luar biasa dalam peta perjalanan penerbangan internasional. Menurut laporan yang dihimp
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap nilai historis Kota Atambua yang luar biasa dalam peta perjalanan penerbangan internasional. Menurut laporan yang dihimpun media kami, Mendagri menekankan bahwa Atambua memiliki peran penting sebagai titik penghubung antara Australia dan Eropa pada masa-masa awal perkembangan transportasi udara global.
Peran strategis Atambua semakin menonjol ketika kota ini tercatat sebagai salah satu titik transit krusial dalam penerbangan jarak jauh pertama dari Inggris menuju Australia pada ajang Great Air Race 1919. Momen bersejarah ini menjadikan Atambua bagian tak terpisahkan dari tonggak pencapaian penerbangan lintas benua.
"Atambua sudah menjadi titik transit untuk penerbangan pertama, setelah industri penerbangan pesawat ditemukan pada tahun 1903," ucap Tito dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).
Mendagri memaparkan kronologi historis yang menarik. Pesawat pertama kali ditemukan oleh Wright Bersaudara asal Amerika Serikat pada tahun 1903. Hanya berselang 16 tahun sejak penemuan monumental tersebut, dunia menyaksikan penerbangan jarak jauh yang menghubungkan London dengan Darwin, Australia pada tahun 1919. Perjalanan udara bersejarah ini menempuh berbagai titik transit di sepanjang rute penerbangannya, dan Atambua menjadi salah satu yang terpilih.
Fakta sejarah ini menempatkan Atambua dalam posisi istimewa. Kota yang terletak di Pulau Timor ini ternyata telah menjadi saksi dan bagian penting dari evolusi penerbangan sipil jarak jauh. Penunjukan Atambua sebagai titik transit pada era keemasan awal penerbangan menunjukkan bahwa wilayah ini telah dikenal secara internasional jauh sebelum Indonesia merdeka.
Pengakuan Mendagri ini membuka wawasan baru tentang potensi wisata sejarah penerbangan di Atambua. Warisan sejarah tersebut dapat menjadi aset berharga bagi pengembangan pariwisata dan identitas daerah, sekaligus mengingatkan kembali peran strategis kota-kota kecil dalam jaringan transportasi global yang lebih luas.
Comments (0)