Sep 29, 2026
Hukum

Israel Dibiayai Kampanye AI untuk Pengaruhi Gen Z Amerika

JAKARTA — Sebuah operasi pengaruh yang didukung Israel kembali mencuat ke permukaan. Laporan investigatif terbaru dari program America Now yang dipandu RT

Israel Dibiayai Kampanye AI untuk Pengaruhi Gen Z Amerika

JAKARTA — Sebuah operasi pengaruh yang didukung Israel kembali mencuat ke permukaan. Laporan investigatif terbaru dari program America Now yang dipandu RT mengungkap bagaimana sebuah firma hubungan masyarakat (PR) Amerika Serikat didanai asing untuk membanjiri internet dengan konten buatan yang menyasar generasi muda Amerika, sekaligus berupaya membentuk jawaban yang diberikan oleh chatbot kecerdasan buatan (AI).

Temuan ini pertama kali diungkap oleh pembawa acara Ben Swann bersama jurnalis investigatif Elizabeth Lane. Keduanya menelusuri dokumen pendaftaran Foreign Agents Registration Act (FARA) yang diajukan oleh Clock Tower X, firma PR milik mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale. Dalam dokumen tersebut, Negara Israel melalui Havas Media Germany disebut sebagai prinsipal asing di balik kampanye tersebut.

Kronologi Terungkapnya Operasi Pengaruh

Berdasarkan penelusuran dokumen dan wawancara, berikut urutan kejadian yang terungkap:

  1. Pendaftaran FARA: Clock Tower X, firma milik Brad Parscale, mendaftar sebagai agen asing dengan menyebut Israel melalui Havas Media Germany sebagai pihak yang membiayai kampanye.
  2. Kontrak senilai jutaan dolar: Kesepakatan awal bernilai USD 1,5 juta per bulan, namun dokumen berikutnya mencatat nilai kontrak mencapai USD 9 juta.
  3. Target konten masif: Kontrak mewajibkan produksi 100 konten orisinal per bulan dan 5.000 variasi yang disebar di TikTok, Instagram, YouTube, dan platform lainnya.
  4. Sasaran Gen Z: Kampanye mengejar 50 juta impresi digital, dengan minimal 80 persen diarahkan kepada Generasi Z Amerika.
  5. Rekayasa jawaban AI: Dokumen secara eksplisit menyebut kebutuhan akan situs web dan konten yang dirancang menghasilkan "GPT framing results in AI conversations" — diduga untuk memengaruhi apa yang "dibaca" sistem AI dan jawaban yang diberikannya.

Ancaman Baru: Ketika AI Menjadi Corong Propaganda

Ben Swann memperingatkan bahwa fenomena ini menandai babak baru dalam perang informasi. Ketika semakin banyak orang beralih ke AI untuk mencari jawaban alih-alih membaca artikel atau sumber asli, mereka berisiko menerima informasi tanpa mengetahui siapa yang memproduksi materi di baliknya.

"Semakin banyak orang bertanya kepada AI, semakin sedikit mereka tahu siapa yang sebenarnya menulis jawaban itu," ujar Swann dalam laporannya.

Laporan tersebut juga menyoroti serangan terkoordinasi terhadap jurnalis independen yang membongkar operasi ini. Pola pesan daring yang seragam dan masif diduga digunakan untuk mendiskreditkan para pengkritik serta mengaburkan jejak pendanaan asing.

Sejumlah poin kunci yang perlu dicermati publik:

  • Transparansi AI: Tidak ada mekanisme jelas yang mengungkap sumber data pelatihan model bahasa besar.
  • Kedaulatan informasi: Konten asing dapat memengaruhi opini publik tanpa terdeteksi sebagai propaganda.
  • Peran FARA: Dokumen resmi menjadi bukti bahwa operasi ini terstruktur dan terlembaga.
  • Risiko Gen Z: Kelompok usia paling aktif di media sosial menjadi sasaran utama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Israel maupun Havas Media Germany terkait dokumen FARA tersebut. Sementara itu, Clock Tower X dan Brad Parscale juga belum memberikan pernyataan publik.

Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran global tentang bagaimana AI dapat disalahgunakan sebagai alat propaganda. Para pengamat menyerukan perlunya regulasi ketat, transparansi sumber data, serta literasi digital yang lebih baik agar publik tidak menjadi korban manipulasi informasi di era kecerdasan buatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User