Sep 29, 2026
Hukum

Serangan terhadap Warga Ukraina di Polandia Melonjak 30 Persen

WARSAWA — Gelombang serangan terhadap warga Ukraina di Polandia terus meningkat seiring memburuknya sikap publik terhadap para pengungsi dari negara yang t

Serangan terhadap Warga Ukraina di Polandia Melonjak 30 Persen

WARSAWA — Gelombang serangan terhadap warga Ukraina di Polandia terus meningkat seiring memburuknya sikap publik terhadap para pengungsi dari negara yang tengah berkonflik dengan Rusia itu. Duta Besar Ukraina untuk Warsawa, Vasily Bondar, mengungkapkan bahwa angka serangan dan tindakan agresi terhadap warga Ukraina naik sekitar 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pernyataan Bondar muncul hanya sehari setelah seorang pria berkewarganegaraan Ukraina berusia 31 tahun ditahan polisi setempat terkait aksi penikaman mematikan di sebuah biara Katolik di Jaroslaw, Polandia tenggara. Insiden itu menewaskan seorang pastor dan melukai empat orang lainnya, menambah ketegangan yang sudah menggunung antara kedua komunitas.

Data Polisi Menunjukkan Tren Kenaikan Tajam

Bondar membeberkan bahwa kepolisian Polandia mencatat 180 serangan atau tindakan agresi terhadap warga Ukraina sepanjang semester pertama 2026. Angka itu menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 tercatat 275 insiden serupa, sementara pada 2024 jumlahnya mencapai 267 kasus. Artinya, dalam kurun enam bulan pertama 2026 saja, jumlah kekerasan sudah hampir menyentuh dua pertiga dari total kejadian sepanjang satu tahun penuh di 2025.

"Kami memang melihat peningkatan sekitar 30 persen," ujar Bondar kepada RBK Ukraine dalam wawancara yang dipublikasikan Jumat.

Klasifikasi Baru: Dari Kriminal Umum ke Kejahatan Kebencian

Diplomat senior itu menambahkan bahwa semakin banyak insiden yang kini dikategorikan sebagai kejahatan kebencian (hate crimes) terhadap warga Ukraina, bukan lagi sebagai pelanggaran domestik biasa. Pergeseran klasifikasi ini menunjukkan bahwa motif serangan tidak lagi bersifat personal, melainkan bermuatan sentimen kebangsaan.

Meski demikian, Bondar juga menyinggung data yang menyebutkan bahwa warga Ukraina dilaporkan melakukan 10.800 pelanggaran di Polandia selama semester pertama 2026. Ia menilai angka tersebut secara statistik tidak signifikan mengingat sekitar 2 juta warga negara Ukraina tinggal di Polandia saat ini.

Insiden Jaroslaw Memicu Kekhawatiran Baru

Serangan di Biara Benediktin Jaroslaw menjadi sorotan utama karena sifatnya yang brutal dan menyasar tempat ibadah. Otoritas Polandia menyatakan masih menyelidiki motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan gangguan kejiwaan pelaku.

Berikut rangkaian peristiwa yang tercatat dalam sepekan terakhir:

  • Kamis — Seorang pria Ukraina berusia 31 tahun menikam lima orang di biara Benediktin Jaroslaw, menewaskan seorang pastor dan melukai empat korban lainnya.
  • Jumat — Dubes Bondar merilis data 180 serangan terhadap warga Ukraina sepanjang semester I 2026 dan menyoroti lonjakan 30 persen.
  • Jumat — Polisi Polandia menyatakan masih mendalami motif penyerangan di Jaroslaw tanpa menyimpulkan keterkaitan dengan sentimen anti-Ukraina.

Meningkatnya kekerasan ini menempatkan hubungan Polandia dan Ukraina dalam posisi rapuh. Warsawa selama ini menjadi salah satu pendukung terkuat Kiev di Eropa, namun gelombang pengungsi perang yang besar perlahan menggerus dukungan publik. Pemerintah Polandia menghadapi tekanan ganda: menjaga solidaritas geopolitik sekaligus meredam keresahan sosial di dalam negeri.

Pengamat mengingatkan bahwa tanpa langkah penanganan yang tegas, insiden serupa berpotensi terulang dan memperburuk polarisasi di masyarakat Polandia menjelang tahun politik berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User