Washington, Beritatercepat.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi menyambut kedatangan Presiden China Xi Jinping di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Washington, pada Rabu waktu setempat. Penyambutan yang terbilang tidak biasa ini menandai dimulainya perundingan tingkat tinggi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia yang membawa agenda dagang, Taiwan, Iran, hingga kecerdasan buatan (AI).
Alih-alih menunggu di Gedung Putih, Trump bersama Ibu Negara Melania Trump langsung menyambut Xi dan istrinya, Peng Liyuan, begitu pesawat kepresidenan China menyentuh landasan. Sebuah karpet merah sepanjang 100 kaki (sekitar 30 meter) digelar, lengkap dengan barisan kehormatan militer serta salvo senjata penghormatan. Dua pesawat pembom B-1 melakukan flyover di atas lokasi upacara, menambah kesan megah pada momen tersebut.
Trump kemudian menyatakan keyakinannya bahwa delegasi China menghargai sambutan yang diberikan. "Saya rasa mereka sangat mengapresiasi penerimaan ini," ujar Trump kepada wartawan usai acara penyambutan, dikutip dari laporan RT.com.
Gencatan Dagang Diperpanjang hingga 10 Januari
Kedatangan Xi bertepatan dengan sinyal meredanya ketegangan antara kedua negara. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang (trade truce) yang berlaku saat ini hingga 10 Januari mendatang.
Kesepakatan tersebut membuat kedua belah pihak menahan diri dari pengenaan tarif baru serta pembatasan tambahan selama proses negosiasi masih berlangsung. Kebijakan ini menjadi oase sementara di tengah perang dagang yang selama ini membebani pasar global.
Kronologi Penyambutan dan Agenda Perundingan
- Kedatangan Xi Jinping — Presiden China tiba di Joint Base Andrews, Washington, disambut langsung oleh Trump dan Ibu Negara Melania Trump.
- Upacara kenegaraan — Digelar karpet merah 100 kaki, barisan kehormatan 21 orang, tembakan salvo senjata, serta flyover dua pesawat pembom B-1.
- Pengumuman gencatan dagang — Menkeu Scott Bessent menyatakan AS dan China memperpanjang trade truce hingga 10 Januari.
- Agenda perundingan — Kedua pemimpin membahas perdagangan, Taiwan, Iran, logam tanah jarang (rare earths), dan kecerdasan buatan.
Taruhan Strategis di Meja Perundingan
Perundingan kali ini dinilai krusial karena mencakup sejumlah isu paling sensitif dalam hubungan bilateral kedua negara. Selain sengketa tarif, Taiwan tetap menjadi titik rawan yang berpotensi memicu ketegangan militer. Isu Iran, logam tanah jarang yang menjadi bahan baku industri teknologi, serta persaingan dominasi AI turut masuk dalam daftar pembicaraan.
Pengamat menilai penyambutan megah di pangkalan militer merupakan simbol politik yang kuat: Trump ingin menunjukkan hubungan personal yang hangat sekaligus tetap memperlihatkan kekuatan militer AS di hadapan China. Di sisi lain, kehadiran Xi secara langsung menandakan Beijing bersedia berdialog meski tensi geopolitik belum sepenuhnya surut.
Perpanjangan gencatan dagang hingga 10 Januari memberi ruang bagi kedua negara untuk mencari titik temu tanpa tekanan tarif tambahan.
Sejumlah poin kunci yang menjadi perhatian pasar dan pengamat hubungan internasional:
- Perdagangan — Perpanjangan gencatan tarif hingga 10 Januari menjadi sinyal positif bagi pasar global.
- Taiwan — Isu paling sensitif yang berpotensi menggagalkan negosiasi bila kedua pihak bersikeras.
- Iran — Kerja sama keamanan regional yang membutuhkan koordinasi AS-China.
- Rare earths — China mendominasi pasokan logam tanah jarang yang vital bagi industri teknologi AS.
- AI — Persaingan teknologi yang semakin ketat antara kedua negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil konkret perundingan. Namun, perpanjangan gencatan dagang dan penyambutan hangat di Andrews menjadi indikasi awal bahwa kedua pemimpin berupaya menurunkan tensi sebelum membahas persoalan-persoalan paling pelik.
Reporter: Redaksi Beritatercepat.com
Comments (0)