Ironi Kepemimpinan di Kuansing: Bupati Pengganti Terseret OTT, Mengulangi Nasib Pendahulunya yang Juga Terjerat Korupsi

Jakarta - Sebuah drama politik penuh ironi terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Alih-alih menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan pasca kasus rasuah, pergantian pucuk p

Jul 07, 2026 - 23:10
0 0
Ironi Kepemimpinan di Kuansing: Bupati Pengganti Terseret OTT, Mengulangi Nasib Pendahulunya yang Juga Terjerat Korupsi

Jakarta - Sebuah drama politik penuh ironi terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Alih-alih menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan pasca kasus rasuah, pergantian pucuk pimpinan daerah ini justru menghadirkan siklus kelam yang berulang. Dua kepala daerah yang silih berganti memimpin wilayah tersebut kini harus menghadapi nasib serupa, yakni berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi melalui operasi tangkap tangan.

Nasib Pilu Bupati Pengganti

Berdasarkan penelusuran media kami, sosok yang kini tengah menjadi sorotan adalah Suhadirman Amby, Bupati Kuansing yang baru saja ditahan oleh KPK. Yang membuat kasus ini begitu mencengangkan publik adalah fakta bahwa Suhadirman menduduki jabatan tersebut justru sebagai pengganti dari bupati sebelumnya, Andi Putra, yang juga tersandung dalam operasi senyap pada Oktober 2021 lalu. Bukannya mengambil pelajaran dari kasus yang menimpa pendahulunya, Suhadirman justru terperosok ke dalam lubang yang sama.

Kronologi Lingkaran Setan di Pemerintahan Kuansing

Andi Putra, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kuansing, ditangkap oleh tim penindakan KPK pada 2021. Kejatuhannya meninggalkan kekosongan dan luka mendalam bagi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah setempat. Dalam proses selanjutnya, Suhadirman Amby hadir sebagai figur pengganti. Ia resmi dilantik menjadi Bupati Kuansing pada tahun 2023, mengemban ekspektasi besar untuk membersihkan citra birokrasi dari praktik korupsi. Ia bahkan kemudian terpilih kembali dalam kontestasi politik dan kembali dilantik sebagai Bupati Kuansing pada tahun 2025.

"Harapan publik untuk melihat perubahan justru berbalik menjadi kekecewaan yang begitu dalam. Bukannya menjadi agen reformasi pasca tertangkapnya Andi Putra, Suhadirman justru melanjutkan warisan hitam korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing."

Dari laporan yang dihimpun Beritatercepat.com, penahanan Suhadirman Amby menandai satu babak kelam dalam sejarah politik lokal, di mana kursi Bupati Kuansing seolah menjadi 'lingkaran setan'. Publik kini mempertanyakan efektivitas pengawasan internal serta komitmen politisi lokal dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Ironisnya, pergantian kepemimpinan yang seharusnya menjadi solusi, nyatanya hanya berganti aktor tanpa mengubah skenario besar praktik korupsi yang mengakar.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa transmisi kekuasaan tidak otomatis mentranformasi mentalitas dan integritas. Masyarakat Kuansing kini harus kembali menelan pil pahit menyaksikan dua pemimpinnya yang dipilih secara langsung maupun melalui mekanisme suksesi, berakhir di ruang tahanan lembaga anti-rasuah. Pukulan bertubi-tubi ini tentunya menjadi ujian besar bagi sisa-sisa kepercayaan publik terhadap roda pemerintahan di Bumi Perhentian Raja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User