Sep 30, 2026
Nasional

Insiden Ponsel Terbakar di KRL Rawa Buntu Gegerkan Penumpang

Beberapa hari lalu, insiden ponsel terbakar di dalam tas penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu sempat membuat geger. Peristiwa itu menyita perhatian publik s

Insiden Ponsel Terbakar di KRL Rawa Buntu Gegerkan Penumpang

Beberapa hari lalu, insiden ponsel terbakar di dalam tas penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu sempat membuat geger. Peristiwa itu menyita perhatian publik setelah video kepulan asap dari dalam tas penumpang beredar luas di media sosial. Tak hanya menimbulkan kepanikan di gerbong, kejadian tersebut menjadi pengingat keras bahwa perangkat yang kita genggam setiap hari menyimpan potensi bahaya yang kerap diabaikan.

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah penumpang tampak berhamburan menjauh saat asap tebal membubung dari sebuah tas. Petugas stasiun bergerak cepat mengevakuasi area dan memadamkan sumber asap. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun trauma dan kekhawatiran yang ditinggalkan jelas terasa. Insiden ini bukan yang pertama, dan hampir pasti bukan yang terakhir jika masyarakat masih mengabaikan faktor pemicunya.

Mengapa Ponsel Bisa Terbakar?

Ponsel modern mengandalkan baterai lithium-ion sebagai sumber daya. Teknologi ini memang efisien, tetapi memiliki karakter yang rentan jika diperlakukan sembarangan. Menurut sejumlah ahli keselamatan perangkat elektronik, ada tiga penyebab utama ponsel terbakar: korsleting akibat charger atau kabel tidak resmi, overheat karena penggunaan berat saat pengisian daya, serta kerusakan fisik pada sel baterai yang memicu reaksi termal tak terkendali atau yang dikenal sebagai thermal runaway.

Kondisi tersebut diperparah oleh kebiasaan buruk pengguna, seperti menumpuk ponsel di bawah bantal, mengisi daya semalaman, atau memakai perangkat saat baterai sedang dicas. Suhu panas yang terperangkap di ruang sempit membuat baterai bekerja di luar batas aman. Ketika sel baterai mengalami tekanan berlebih, gas terbentuk di dalam, menggembung, lalu pecah dan memicu percikan api.

Cara Mencegah Ponsel Terbakar

Pencegahan sebenarnya sederhana, namun konsistensi menjadi kuncinya. Gunakan selalu charger dan kabel original atau bersertifikasi resmi. Hindari mengisi daya di permukaan empuk seperti kasur atau sofa yang menghambat pelepasan panas. Cabut charger setelah baterai penuh, dan segera hentikan pengisian jika ponsel terasa tidak wajar panasnya.

"Jangan pernah menyepelekan tanda-tanda awal seperti baterai menggembung, ponsel cepat panas, atau charger yang kerap terasa hangat berlebih. Itu adalah alarm alami sebelum insiden terjadi," ujar seorang teknisi perangkat seluler dalam sejumlah wawancara.

Ponsel yang sudah menunjukkan tanda kerusakan baterai sebaiknya segera diperiksa ke pusat servis resmi. Hindari mengganti baterai sendiri tanpa pengetahuan memadai. Selain itu, jangan menyimpan ponsel di tempat bersuhu ekstrem, seperti di bawah sinar matahari langsung di dalam mobil.

Insiden di Rawa Buntu sejatinya bukan sekadar berita viral yang cepat dilupakan. Ia adalah peringatan bahwa benda kecil di saku kita menyimpan energi besar yang, jika salah ditangani, dapat berubah menjadi ancaman nyata. Keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil yang kita anggap remeh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User