Sep 17, 2026
Hukum

ILMUWAN — Ciptakan Busa Kayu Pemanen Air Bersih dari Udara Kering

Di tengah ancaman krisis air bersih global yang kian meluas di berbagai kawasan gersang, sebuah inovasi teknologi hijau yang menjanjikan lahir dari tangan

ILMUWAN — Ciptakan Busa Kayu Pemanen Air Bersih dari Udara Kering

Di tengah ancaman krisis air bersih global yang kian meluas di berbagai kawasan gersang, sebuah inovasi teknologi hijau yang menjanjikan lahir dari tangan para peneliti. Berawal dari material berbasis kayu yang dimodifikasi secara presisi, tim ilmuwan internasional berhasil merancang spons khusus yang mampu menyerap dan memerah embun serta kelembapan dari udara yang sangat kering. Penemuan ini menjadi angin segar bagi upaya penyediaan air bersih pasif tanpa bergantung pada energi listrik konvensional.

Teknologi Canggih Berbasis Bahan Alami Kayu

Material inovatif ini memanfaatkan struktur alami serat kayu yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki daya serap atau absorpsi sangat tinggi terhadap molekul air di atmosfer. Bahkan pada tingkat kelembapan udara yang ekstrem rendah—hingga mencapai angka 15 persen—spons berbasis kayu ini tetap beroperasi secara efektif. Pencapaian ini sangat signifikan mengingat sebagian besar teknologi pemanen air atmosferik yang ada saat ini membutuhkan kelembapan udara minimal 40 hingga 50 persen agar dapat bekerja secara optimal.

Efisiensi penyerapan material ini tergolong luar biasa di kelasnya. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, spons kayu tersebut mampu menghasilkan hingga 1.72 liter air bersih per kilogram material per hari. Angka ini menandai lompatan besar dalam pengembangan sistem pemanenan air murni langsung dari udara terbuka.

Sistem Penyimpan Energi Surya untuk Penggunaan Malam Hari

Tidak sekadar mengandalkan daya serap molekul air saat siang hari, para ilmuwan juga melengkapi material spons ini dengan fitur penyimpanan termal surya (solar thermal storage). Fitur ini berfungsi menyerap dan menyimpan radiasi panas matahari sepanjang hari secara pasif. Panas yang terperangkap tersebut nantinya dimanfaatkan saat kondisi malam hari atau cuaca gelap untuk memicu pelepasan molekul air yang terperangkap di dalam spons.

"Teknologi ini dirancang untuk beroperasi secara mandiri. Dengan memanfaatkan siklus suhu alami dan penyimpanan panas surya, alat ini mampu melepaskan air murni bahkan saat matahari telah terbenam," ungkap salah seorang peneliti utama riset tersebut.

Air yang terkumpul dari proses kondensasi ini telah melewati pengujian mutu di laboratorium. Hasilnya mengonfirmasi bahwa air tersebut memenuhi standar kualitas air murni layak konsumsi (potable freshwater) tanpa terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Perbandingan Efisiensi Teknologi Pemanen Air

Berikut adalah tabel perbandingan antara inovasi berbasis kayu ini dengan sistem pemanen air atau desalinasi konvensional:

Parameter Pengujian Spons Kayu Atmosferik Sistem Kondensasi Konvensional
Batas Kelembapan Udara Minimal 15% 40% - 60%
Konsumsi Listrik Eksternal 0 Watt (Pasif Surya) Tinggi (Butuh Listrik/Generator)
Hasil Air per Kg Material 1.72 Liter / Hari Bervariasi (Tergantung Mesin)
Ramah Lingkungan Sangat Tinggi (Biodegradable) Rendah (Emisi Karbon Tinggi)

Harapan Baru Bagi Wilayah Rawan Kekeringan

Keberhasilan pengujian lapangan membuka peluang besar bagi komersialisasi dan penerapan skala luas dari alat ini. Karena menggunakan bahan dasar kayu yang melimpah dan berkarakteristik dapat terurai secara hayati (biodegradable), biaya manufakturnya diprediksi jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan pembangunan instalasi desalinasi air laut yang membutuhkan dana raksasa.

Di masa depan, teknologi spons pemanen air dari udara ini diharapkan dapat didistribusikan ke daerah-daerah krisis air seperti wilayah gurun, daerah terpencil, hingga wilayah-wilayah di Indonesia yang kerap dilanda kekeringan parah saat musim kemarau panjang. Terobosan ini menegaskan bahwa solusi atas krisis iklim masa kini dapat ditemukan melalui pemanfaatan sains modern yang dipadukan dengan material alami bumi.

Ilmuwan ciptakan material dari kayu yang mampu menyerap kelembapan udara hingga 1,72 liter air bersih per kg tiap harinya, bahkan di area gurun dengan kelembapan 15%. Alat ini bekerja pasif memanfaatkan panas matahari tanpa butuh pasokan listrik. Baca artikel lengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User