Hashim Serukan Percepatan Transisi Energi di KTT COP29

BAKU, DETIK INI JUGA — Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, baru saja menyampaikan pidato kunci yang menegaskan komitmen Indonesia untuk melipatgandakan ambisi energi terbarukan dalam ...

Jul 13, 2026 - 14:52
0 0
Hashim Serukan Percepatan Transisi Energi di KTT COP29

BAKU, DETIK INI JUGA — Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, baru saja menyampaikan pidato kunci yang menegaskan komitmen Indonesia untuk melipatgandakan ambisi energi terbarukan dalam sesi CEO Climate Talks di Paviliun Indonesia, Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11).

Dalam forum bertajuk "Enhancing Ambition on Renewable Energy" itu, Hashim menyodorkan peta jalan agresif yang menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci transisi energi global. Ia menekankan bahwa era setengah hati dalam beralih ke energi bersih telah berakhir.

Peta Jalan Baru: Dari Fosil ke Hijau

Hashim memaparkan, pemerintah tengah merancang percepatan bauran energi terbarukan menuju 35% pada 2035 — tiga tahun lebih cepat dari target sebelumnya. Langkah ini, tegasnya, membutuhkan investasi massif senilai 120 miliar dolar AS hingga akhir dekade.

"Kami tidak hanya bicara target di atas kertas. Hari ini kami umumkan paket insentif fiskal radikal untuk proyek surya, bayu, dan panas bumi yang akan berlaku kuartal pertama 2025," ujar Hashim dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Mobilisasi Dana Lewat Kemitraan Inovatif

Poin paling tajam dari pidato itu adalah seruan kepada para CEO global yang hadir. Hashim mengajak sektor swasta membentuk konsorsium investasi hijau Indonesia dengan skema pembiayaan campuran yang melibatkan sovereign wealth fund, multilateral development banks, dan venture capital.

  • Pemerintah menawarkan penjaminan risiko politik untuk proyek perintis.
  • Penyederhanaan perizinan satu pintu lewat digitalisasi OSS dipercepat.
  • Insentif pajak super deduction hingga 300% untuk litbang teknologi bersih.

"Risiko berinvestasi di energi terbarukan Indonesia sudah jauh lebih rendah ketimbang risiko tidak berinvestasi sama sekali. Pasar karbon kami akan meluncur 2026, dan mereka yang masuk sekarang akan mendapat first-mover advantage," tegasnya.

Sorotan pada Keadilan Iklim

Hashim juga menyentil negara maju yang dinilainya lamban menepati janji pendanaan iklim. Ia mengingatkan, Indonesia memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia yang selama ini menjadi penyangga karbon global, namun baru menerima kompensasi yang tidak sebanding.

"Konservasi mangrove dan gambut kami butuh dukungan riil, bukan sekadar pengakuan verbal. Dalam COP ini, kami tawarkan obligasi biru senilai 5 miliar dolar AS," ungkapnya. Obligasi tersebut akan menjamin restorasi 600 ribu hektare ekosistem pesisir sebagai penyerap karbon alami.

Respons Positif Pelaku Usaha

Beberapa CEO yang ditemui di sela-sela acara menyambut baik paparan tersebut. Mereka menyoroti kepastian kebijakan sebagai poin krusial.

"Yang disampaikan Pak Hashim menunjukkan pergeseran fundamental dari retorika ke eksekusi. Konsorsium yang diusulkan bisa menjadi game changer jika transparan dan tepat waktu," ujar seorang pimpinan perusahaan energi Eropa yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Investasi dikabarkan telah menerima delapan letter of intent dari perusahaan multinasional yang berminat bergabung dalam konsorsium tersebut. Perkembangan ini mengonfirmasi sinyal bahwa COP29 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk membuktikan kepemimpinan iklimnya.

Sidang pleno COP29 sendiri akan berlangsung hingga 22 November, dengan agenda negosiasi soal pendanaan kerugian dan kerusakan (loss and damage) yang masih alot. Pidato Hashim pagi ini disebut-sebut delegasi lain sebagai pembuka tekanan yang diperlukan agar negosiasi berjalan lebih progresif.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User