Siswa Baru di Depok Sambut MPLS dengan Semangat Menggebu
DEPOK — Suasana haru sekaligus ceria menyelimuti halaman SDN Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, saat ratusan siswa baru mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin pagi. Te...
DEPOK — Suasana haru sekaligus ceria menyelimuti halaman SDN Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, saat ratusan siswa baru mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin pagi. Tepat pukul 06.30 WIB, gelombang orang tua mulai memadati area gerbang untuk mengantar putra-putri mereka yang baru pertama kali menjejakkan kaki di bangku sekolah dasar.
Anak-anak itu datang dengan seragam merah-putih yang masih kaku, didampingi ayah, ibu, atau bahkan kakek-nenek yang tak ingin melewatkan momen bersejarah tersebut. Tangis haru dari beberapa orang tua tak terbendung, namun sorot mata penuh semangat dari para siswa menjadi pemandangan dominan di sepanjang koridor menuju ruang kelas.
Gerbang Sekolah Diserbu Ribuan Keluarga
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus kedatangan peserta didik baru sudah terasa sejak subuh. Pihak sekolah mengerahkan petugas keamanan tambahan untuk mengurai kemacetan di Jalan Meruyung Raya. Sejumlah guru penjemput siaga di depan gerbang, menyalami setiap siswa dengan ramah dan mengarahkan mereka ke titik kumpul sesuai rombongan belajar.
“Total ada 112 siswa baru yang terdaftar tahun ini. Ini jumlah terbesar dalam tiga tahun terakhir,” ujar Kepala SDN Meruyung, Suryati, yang ikut turun langsung memantau prosesi penyambutan. Ia menambahkan, seluruh panitia MPLS telah menjalani briefing intensif sehari sebelumnya demi memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman.
Kegiatan Pembuka yang Mendidik dan Atraktif
MPLS tidak sekadar seremoni baris-berbaris. Di SDN Meruyung, hari pertama diisi dengan tur lingkungan yang dipandu kakak kelas. Ruang perpustakaan, kantin sehat, hingga kebun mini sekolah diperkenalkan dengan cara mendongeng. Para guru sengaja menghadirkan boneka tangan untuk menjelaskan tata tertib, sehingga anak-anak tidak merasa terintimidasi oleh aturan baru.
Di salah satu sudut aula, puluhan siswa tampak asyik mengikuti permainan "Kenali Temanmu"—sebuah ice-breaking yang memadukan tepuk tangan dan lagu daerah. Tawa pecah ketika seorang siswa laki-laki bernama Raka lupa menyebutkan nama teman di sebelahnya, memicu gelombang semangat dari seluruh peserta.
Keterlibatan Aktif Orang Tua
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS kali ini juga menyediakan sesi parenting singkat bagi para wali murid. Di ruang pertemuan, mereka mendapatkan kiat-kiat mendampingi anak beradaptasi di lingkungan baru. Beberapa orang tua mengaku lega lantaran kekhawatiran mereka teredam oleh penjelasan langsung dari psikolog pendidikan yang diundang sekolah.
“Tadinya saya takut anak saya menolak karena belum pernah jauh dari saya. Ternyata dia malah langsung betah lihat teman-teman barunya,” kata Dian, ibu dari seorang siswi kelas 1, sembari merekam momen melalui ponselnya. Ekspresi serupa terpancar dari puluhan orang tua lain yang setia menunggu di area parkiran hingga jam pulang pukul 10.00 WIB.
Prokes Ringan dan Kesiagaan Kesehatan
Meski cuaca cerah, pihak sekolah tetap mendirikan tenda kesehatan dan menyiagakan petugas PMR. Setiap siswa dicek suhu tubuhnya sebelum masuk kelas menggunakan termometer digital. Air minum kemasan dibagikan gratis untuk mencegah dehidrasi saat kegiatan di luar ruangan. Langkah antisipatif ini mendapat apresiasi dari komite sekolah yang hadir memantau.
Penutup Hari Pertama yang Manis
Menjelang tengah hari, para siswa dikumpulkan kembali di aula untuk mendengarkan pesan moral dari kepala sekolah. Mereka pulang dengan membawa kartu pos kecil bertuliskan cita-cita yang ditulis dengan bimbingan guru. Momen itu menjadi penutup sempurna bagi hari pertama yang tak terlupakan. Pihak sekolah optimistis, semangat yang terpancar hari ini menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan belajar satu semester ke depan.
Baca juga:
Comments (0)