Gubernur Pramono Gencarkan Keamanan Menteng Usai Bentrok Maut

JAKARTA — BARU SAJA, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pengamanan ekstra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pasca bentrokan berdarah yang menewaskan tiga orang pada dini hari tadi....

Jul 27, 2026 - 19:58
0 0
Gubernur Pramono Gencarkan Keamanan Menteng Usai Bentrok Maut

JAKARTA — BARU SAJA, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pengamanan ekstra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pasca bentrokan berdarah yang menewaskan tiga orang pada dini hari tadi. Perintah langsung diberikan melalui rapat koordinasi kilat bersama unsur TNI dan Polri di Balai Kota.

Instruksi Langsung Gubernur

Dalam pertemuan darurat yang digelar kurang dari dua jam setelah insiden, Pramono menegaskan bahwa stabilitas wilayah protokoler tersebut tidak bisa ditawar. “Kami sudah sepakat mengerahkan personel gabungan secara permanen di titik-titik rawan. Tidak ada lagi toleransi untuk aksi premanisme berdarah,” ujarnya di hadapan awak media.

Gubernur memerintahkan pembentukan posko terpadu yang melibatkan Satpol PP, TNI, dan Polri. Posko ini akan beroperasi 24 jam dengan sistem patroli berselang. Langkah ini, kata dia, bukan reaksi sesaat melainkan bagian dari strategi jangka pendek yang akan dievaluasi setiap pekan.

Bentrokan Maut Tiga Korban

Bentrokan antarwarga pecah sekitar pukul 02.15 WIB di Jalan Teuku Umar. Bersumber dari keterangan saksi mata, dua kelompok pemuda berjumlah puluhan orang saling serang dengan senjata tajam dan batu. Tiga korban tewas di tempat, sementara lima lainnya kritis di RSUD Tarakan. KAPOLRES Metro Jakarta Pusat menyebut bentrokan dipicu sengketa lahan parkir yang sudah berlangsung sebulan terakhir.

Dari data sementara, dua dari tiga korban tewas masih berstatus pelajar. Hal ini memicu keprihatinan Gubernur. “Anak-anak kita jadi korban. Ini pukulan telak. Saya minta Dinas Pendidikan turun tangan memberikan pendampingan psikologis ke sekolah-sekolah di sekitar lokasi,” tegas Pramono.

Penambahan Personel dan Alat

Sebanyak 300 personel gabungan akan disiagakan di Menteng, naik dua kali lipat dari kondisi normal. Pangdam Jaya menyatakan mengirimkan satu kompi bantuan untuk memperkuat pengamanan. Selain pasukan, akan dipasang 12 unit CCTV baru dengan teknologi pengenal wajah di tujuh titik strategis, termasuk di dekat Taman Suropati dan Bundaran HI.

“Kita akan deteksi setiap gerak-gerik mencurigakan. Jika ada indikasi pengumpulan massa mencurigakan, tim reaksi cepat akan bergerak dalam hitungan menit,” ujar Kapolres. Pemprov DKI turut menyiapkan penerangan jalan tambahan karena lokasi bentrokan dilaporkan minim cahaya saat kejadian.

Dampak dan Respons Warga

Aktivitas warga di Menteng pagi ini sempat lumpuh. Sejumlah sekolah menunda jam masuk. Para orang tua mengaku khawatir. “Saya tidak izinkan anak saya berangkat. Kami tunggu situasi benar-benar aman,” kata Diana, warga Jalan Cokroaminoto.

Pemprov DKI berjanji akan menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat pada sore nanti. Tujuannya meredam ketegangan dan mencari akar masalah. Dinas Sosial juga akan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban. Pramono menegaskan, “Keamanan adalah hak dasar. Negara tidak boleh kalah dengan segelintir pembuat onar.”

Untuk sementara, polisi telah menahan delapan terduga pelaku dan menyita puluhan senjata tajam. Proses hukum akan berjalan transparan. Gubernur meminta warga tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan sepenuhnya pada aparat. Situasi di Menteng kini berangsur pulih, namun siaga tinggi masih berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User