Rekan Kerja Bunuh Ayah dan Balita di Palu, Istri Sekarat
PALU, DETIK INI JUGA – Seorang pria dan anak laki-lakinya yang baru berusia 2 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman mereka. Istri korban kritis dengan luka berat.FAKTA KUNCIJamil (32) da...
PALU, DETIK INI JUGA – Seorang pria dan anak laki-lakinya yang baru berusia 2 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman mereka. Istri korban kritis dengan luka berat.
FAKTA KUNCI
- Jamil (32) dan putranya R (2) tewas di tempat.
- Nurhanisa, istri korban, sekarat dan dilarikan ke rumah sakit.
- Pelaku adalah rekan kerja Jamil yang langsung diamankan.
- Lokasi: Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Tatanga, Kota Palu.
- Senjata tajam diduga digunakan dalam penganiayaan brutal.
Kekerasan ekstrem itu memecah ketenangan permukiman padat di Duyu. Warga sekitar histeris mendengar teriakan histeris dari dalam rumah kontrakan sederhana tersebut. Saat mereka mendobrak pintu, pemandangan mengerikan sudah tersaji: dua korban tak bernyawa tergeletak, sementara seorang perempuan muda terengah-engah dengan luka tusuk di sekujur tubuh.
BARU SAJA, kepolisian mengonfirmasi penangkapan pelaku. “Pelaku sudah kami amankan sekitar 45 menit setelah kejadian,” ujar Kapolresta Palu. Identitas pelaku belum dirilis resmi, namun dipastikan ia adalah rekan kerja Jamil di sebuah proyek konstruksi. Motif sementara mengarah pada perselisihan utang atau insiden di tempat kerja yang memuncak.
KRONOLOGI SINGKAT
Berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku datang sendiri ke rumah korban sekitar pukul 20.30 WITA. Cekcok mulut terdengar keras, lalu tiba-tiba sunyi. Tetangga yang curiga langsung menghubungi ketua RT. Saat didobrak, pelaku masih berada di dalam rumah dengan tangan berlumuran darah. Ia tidak melawan saat warga mengamankannya.
Tim Inafis menemukan sebilah parang di lokasi. Luka fatal pada Jamil dan anaknya menunjukkan serangan membabi buta. “Pelaku seperti gelap mata, bahkan anak sekecil itu tidak luput,” kata seorang petugas yang enggan disebut namanya.
KORBAN SELAMAT DIRAWAT INTENSIF
Nurhanisa (28) langsung dievakuasi ke RSUD Undata dengan luka tusuk di dada dan perut. Direktur medis menyatakan kondisinya masih kritis dan menjalani operasi darurat. “Kami berusaha maksimal, pendarahan hebat sudah bisa dihentikan. Namun 24 jam ke depan sangat krusial,” ujarnya.
Psikolog diterjunkan untuk mendampingi keluarga besar korban yang tiba dari Donggala. Pihak kepolisian memasang garis polisi di sekitar TKP dan tengah mendalami kemungkinan adanya perencanaan. Barang bukti digital berupa ponsel korban dan pelaku turut disita.
UPDATE: Pelaku terancam pasal berlapis, termasuk pembunuhan berencana dan penganiayaan berat. Hukuman maksimal menanti jika terbukti bersalah. Publik Kota Palu diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan foto korban di media sosial. Investigasi terus berlanjut.
Comments (0)