Pesenggiri Festival 2026 Gaungkan Pelestarian Jajan Pasar Lampung

BANDARLAMPUNG — Kabar besar baru saja datang dari Bumi Ruwa Jurai. Pesenggiri Festival 2026 dikonfirmasi akan digelar dalam waktu dekat, menghadirkan sosok legendaris yang selama ini menjaga dapur t...

Jul 12, 2026 - 06:20
0 0

BANDARLAMPUNG — Kabar besar baru saja datang dari Bumi Ruwa Jurai. Pesenggiri Festival 2026 dikonfirmasi akan digelar dalam waktu dekat, menghadirkan sosok legendaris yang selama ini menjaga dapur tradisional Lampung tetap mengepul: Oma Lanny Rustan. Sang maestro jajan pasar itu akan berkolaborasi langsung dengan PT Gunung Madu Plantations dalam sebuah perhelatan yang disebut-sebut sebagai gerakan budaya paling ambisius tahun ini.

Perpaduan Langka: Maestro dan Korporasi

Oma Lanny Rustan, yang dikenal sebagai penjaga resep-resep kuno kue basah Lampung, untuk pertama kalinya membuka ruang kolaborasi seluas ini dengan pihak swasta. PT Gunung Madu Plantations, sebagai perusahaan agrobisnis yang berakar kuat di Lampung, mengonfirmasi keterlibatan penuh mereka. Sumber di internal panitia menyebut, kemitraan ini bukan sekadar sponsorship, melainkan dukungan menyeluruh untuk menghidupkan kembali ekosistem jajan pasar yang hampir punah.

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa generasi muda Lampung semakin asing dengan cita rasa leluhur. Diperkirakan, lebih dari 70% remaja di Bandarlampung tidak lagi mengenal nama-nama seperti kue tat, kue sagon, atau lepek-lepek. Fakta itu memicu percepatan pelaksanaan festival ini.

Misi Darurat Kuliner Leluhur

Pantauan di lokasi persiapan menunjukkan aktivitas intensif. Sejumlah komunitas kuliner dan akademisi telah dikumpulkan untuk merancang rangkaian acara yang tidak sekadar pameran, tetapi juga laboratorium rasa hidup. Oma Lanny Rustan sendiri dijadwalkan memimpin sesi demonstrasi langsung pembuatan kue basah warisan. “Jajan pasar itu bukan hanya makanan, dia cerita tentang bagaimana nenek moyang kita bertahan dan merayakan kehidupan. Kalau hilang, kita kehilangan separuh jiwa Lampung,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Festival ini akan menjadi panggung bagi puluhan penjaja kue tradisional dari seluruh kabupaten di Lampung. Mereka tidak hanya menjual, tetapi juga akan berbagi kisah di balik setiap resep. PT Gunung Madu Plantations menyediakan akses bahan baku unggulan, termasuk gula aren dan tepung lokal, untuk memastikan standar cita rasa tetap terjaga.

Jadwal dan Agenda Padat

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Pesenggiri Festival 2026 akan berlangsung selama tiga hari penuh di Lapangan Enggal, pusat kota Bandarlampung. Tanggal pasti masih dalam tahap finalisasi, namun kepastian lokasi sudah disepakati. Sejumlah agenda utama antara lain panggung demo masak riset kuliner, kompetisi kreasi jajan pasar modern, bursa kue klasik, serta sesi diskusi bertema warisan budaya.

Keamanan dan fasilitas pengunjung menjadi prioritas. Panitia menyiapkan tenda besar, pos kesehatan, dan tim evakuasi darurat. Pihak kepolisian juga telah menjalin koordinasi untuk pengaturan lalu lintas dan parkir. Ini menunjukkan bahwa festival ini bukan acara dadakan, melainkan proyek besar yang dirancang sejak awal 2025.

Dukungan Penuh Dunia Usaha

Direktur Utama PT Gunung Madu Plantations dalam pernyataan resminya menegaskan, pelestarian pangan tradisional sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun ketahanan pangan lokal. “Kami melihat jajan pasar sebagai aset yang bisa menjadi daya tarik pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ini investasi jangka panjang,” tegasnya. Perusahaan bahkan mengalokasikan dana segar untuk beasiswa bagi pelajar yang ingin mendalami pembuatan kue tradisional Lampung secara profesional.

Sinyal positif juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Meski belum merilis pernyataan tertulis, sejumlah pejabat dikabarkan akan hadir pada pembukaan festival. Ini semakin mengukuhkan Pesenggiri Festival sebagai agenda resmi yang harus masuk kalender tahunan.

Update terbaru menyebutkan, pendaftaran bagi pelaku UMKM dan relawan sudah dibuka secara daring. Responsnya di luar dugaan. Dalam waktu kurang dari 24 jam, kuota awal penuh terpenuhi. Antusiasme ini menandakan bahwa masyarakat Lampung benar-benar merindukan wadah untuk menunjukkan kembali jati diri kulinernya. Tetap ikuti kanal berita ini untuk perkembangan lebih lanjut, karena arus informasi terus bergerak cepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User