Gedung Putih — Netanyahu Gagal Dapat Jadwal Bertemu Trump
Pejabat Gedung Putih mengaku terkejut ketika media Israel ramai memberitakan Presiden Trump akan menerima kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada
Pejabat Gedung Putih mengaku terkejut ketika media Israel ramai memberitakan Presiden Trump akan menerima kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin pekan ini. Faktanya, belum ada satu pun janji temu yang masuk dalam agenda resmi presiden.
Awal Mula Desas-desus Kunjungan
Kesalahpahaman ini bermula dari serangkaian pernyataan dan langkah yang diambil oleh kantor Netanyahu sendiri. Berbeda dari enam kunjungan sebelumnya ke Ruang Oval—yang semuanya dijadwalkan hanya dalam hitungan jam atau hari—kali ini Perdana Menteri Israel itu telah berusaha mendapatkan waktu tatap muka lebih dari dua pekan tanpa hasil.
Kronologi Dua Pekan Penantian
- Awal Juli 2026: Trump mengungkapkan kepada Axios bahwa Netanyahu menelepon untuk memberi selamat atas peringatan ke-250 Hari Kemerdekaan AS dan meminta bertemu di Gedung Putih. Trump menyebut Netanyahu bisa datang setelah dirinya kembali dari KTT NATO di Ankara, Turki (7–8 Juli).
- 8–12 Juli: Presiden kembali dari Ankara. Tak ada konfirmasi jadwal. Kantor Netanyahu justru mulai menyebarkan narasi bahwa pertemuan akan terjadi.
- Minggu, 12 Juli: Kabar meninggalnya mantan Senator Lindsey Graham memunculkan alasan baru. Netanyahu mengumumkan ingin hadir di pemakaman dan menjadwalkan perjalanan ke AS akhir pekan itu, termasuk pertemuan dengan Trump pada Senin.
- Awal pekan lalu: Kantor Netanyahu bahkan sudah memberitahu Angkatan Udara Israel untuk menyiapkan pesawat kepresidenan dan mengirim tim pendahulu urusan protokol serta keamanan ke Washington.
- Kamis pagi (pekan lalu): Kantor Netanyahu mengumumkan pembatalan perjalanan dengan alasan pemakaman Lindsey Graham ditunda—meski sumber Gedung Putih menegaskan sejak awal tidak pernah ada konfirmasi pertemuan.
Di Balik Layar: “Berusaha Menciptakan Pertemuan”
Dua pejabat Gedung Putih yang berbicara secara anonim kepada Axios menyampaikan kesan bahwa Netanyahu tengah berupaya “memunculkan” sebuah pertemuan yang sebenarnya tidak pernah dijadwalkan. “Kesan kami adalah Bibi mencoba memaksakan terciptanya sebuah pertemuan,” ujar salah satu pejabat. Hingga kini belum jelas apakah Gedung Putih memberikan penolakan langsung, tetapi yang pasti tidak ada respons positif.
Mengapa ini penting: Sejak Trump kembali menjabat 1,5 tahun lalu, Netanyahu telah enam kali menjejakkan kaki di Ruang Oval—lebih banyak dari pemimpin dunia mana pun. Kedekatan itu menciptakan ekspektasi bahwa akses langsung ke presiden AS adalah hal lumrah. Namun, kenyataan bahwa Trump tidak terburu-buru duduk bersama Netanyahu di hadapan kamera kali ini menunjukkan bukan hanya perbedaan kepentingan, melainkan juga kekecewaan Gedung Putih terhadap pemimpin Israel tersebut, lima bulan setelah keduanya melancarkan operasi militer bersama.
Retaknya Hubungan yang Dulu Hangat
Hubungan personal Trump dan Netanyahu selama ini dipandang sebagai aset strategis Israel. Namun, perubahan sikap Gedung Putih ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aliansi tersebut sedang diuji. Faktor penyebab diduga mencakup perbedaan pendekatan terhadap Iran serta dinamika perang yang dijalankan bersama. Analis politik Timur Tengah menyebut momen ini sebagai titik balik yang dapat memengaruhi peta diplomasi kawasan.
Pihak Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut. Namun, upaya publik untuk “menciptakan” pertemuan ini justru menyoroti kesenjangan antara persepsi Israel tentang hubungan istimewa dan realitas politik di Washington saat ini. Pertanyaan besarnya kini: apakah pertemuan akan terwujud dalam waktu dekat, atau justru penolakan diam-diam ini menandai era baru hubungan AS-Israel yang lebih dingin?
[SOCIAL_TWEET]: Gelagat tak biasa dari Gedung Putih: Netanyahu gagal dapat jadwal temu Trump meski sudah enam kali ke Ruang Oval. Apakah ini sinyal akhir dari “hubungan istimewa”? Simak kronologi dan fakta di balik manuver Israel. #Netanyahu #Trump #GedungPutih [SOCIAL_TG]: 📉 Retaknya Akses Khusus: Netanyahu gagal menjadwalkan pertemuan dengan Trump setelah lebih dari dua minggu upaya. Enam kali kunjungan sebelumnya berlangsung mulus, tapi kali ini Gedung Putih tak beri respons positif. Sejumlah pejabat menyebut Netanyahu “berusaha menciptakan pertemuan”. Baca kronologi di Beritatercepat.com.
Comments (0)