Gaza: Relawan Al-Quds Sajikan Ribuan Porsi Makanan untuk Anak

GAZA, Beritatercepat — RATUSAN relawan Al-Quds Volunteer langsung bertindak. Dapur darurat di tengah reruntuhan Gaza mengepul asap, menyiapkan ribuan porsi

Jul 08, 2026 - 03:28
0 0
Gaza: Relawan Al-Quds Sajikan Ribuan Porsi Makanan untuk Anak
GAZA, Beritatercepat — RATUSAN relawan Al-Quds Volunteer langsung bertindak. Dapur darurat di tengah reruntuhan Gaza mengepul asap, menyiapkan ribuan porsi hidangan hangat bagi anak-anak Gaza yang menjadi korban konflik berkepanjangan. - Lebih dari 1.000 porsi nasi dan lauk disiapkan setiap hari - Distribusi menyasar 5 kamp pengungsian di Gaza Utara - Menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak—tinggi protein dan karbohidrat - Proyek ini sepenuhnya digerakkan oleh donasi warga lokal dan luar negeri

Bau semerbak nasi berbumbu rempah—khas masakan Gaza—menyeruak di antara tumpukan puing. Di bawah tenda darurat yang hanya diterangi sinar mentari, belasan emak-emak relawan dengan cekatan meracik bubur kacang merah dan potongan ayam panggang. Semua sepaket dalam wadah styrofoam sederhana. Namun bagi bocah-bocah yang sehari-harinya hanya mengenal roti kering, paket ini adalah kemewahan yang nyaris terlupakan.

Dapur Darurat di Tengah Puing

“Dapur Al-Quds” beroperasi di bekas sekolah dasar yang separuh bangunannya hancur terkena serangan. Relawan menyulap ruang kelas menjadi pusat logistik pangan—kompor gas seadanya, panci raksasa pinjaman, dan meja panjang dari pintu bekas. Bahan makanan didatangkan dari perbatasan selatan lewat jalur koordinasi rumit yang memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari. “Setiap hari kami masak mulai subuh. Kalau terlambat, anak-anak bisa kelaparan,” ujar Mahmoud, koordinator lapangan.

“Saya tidak tega melihat mereka menangis minta makan. Setidaknya, semangkuk nasi ini bisa membuat mereka tersenyum sejenak,” kata Umm Ali, relawan yang kehilangan dua anaknya sendiri dalam konflik tahun lalu.

Tim gizi dari Al-Quds Volunteer sengaja merancang menu tinggi kalori—rata-rata 800 kalori per porsi—untuk mengompensasi defisit asupan anak-anak yang terus memburuk sejak blokade diperketat. Setiap butir nasi adalah nyawa. Data terakhir menunjukkan satu dari tiga anak di Gaza mengalami malnutrisi akut.

Tak Sekadar Makanan

Bagi ribuan anak yang menerima paket, momen pembagian adalah ritual harian paling dinanti. Mereka mengantre rapi dengan piring plastik warna-warni, sesekali melempar canda meski mata masih sayu. Relawan tak hanya membagikan makanan, tapi juga menyelipkan cokelat batangan sumbangan—kejutan kecil yang memantik tawa. “Ini lebih dari sekadar isi perut. Kami ingin mereka tahu mereka tidak sendiri,” tegas Mahmoud.

Program ini muncul sebagai respons atas krisis pangan yang kian mencekik. Al-Quds Volunteer menargetkan 10.000 porsi per hari dalam tiga bulan ke depan jika distribusi bahan baku tidak terhambat. Saat ini, sumbangan terus mengalir dari diaspora Palestina di Eropa, Timur Tengah, dan komunitas Muslim di Indonesia.

Harapan di Balik Kepungan

Sementara perundingan gencatan senjata masih alot, langkah para relawan ini menjadi secercah arti kemanusiaan yang bertahan di tengah blokade. “Ketika politik gagal, rakyat yang harus saling menghidupi,” kata seorang aktivis yang enggan disebut namanya. Hidangan-hidangan sederhana ini barangkali tak bisa menghentikan bom, tapi setidaknya bisa menahan lapar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User