Depok — Masjid Kubah Emas Dipadati Jamaah untuk Perbanyak Ibadah Ramadhan

Beritatercepat, Depok — Detik-detik Ramadhan 1442 H langsung mengguncang Masjid Kubah Emas (MKE) di kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Pantauan pada

Jul 08, 2026 - 03:30
0 0
Depok — Masjid Kubah Emas Dipadati Jamaah untuk Perbanyak Ibadah Ramadhan

Beritatercepat, Depok — Detik-detik Ramadhan 1442 H langsung mengguncang Masjid Kubah Emas (MKE) di kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Pantauan pada Jumat (16/4/2021) sore, lantai utama masjid ikonik berkubah emas 24 karat itu nyaris tak menyisakan ruang kosong. Ratusan jamaah tumpah ruah untuk melaksanakan sholat sunah, berzikir, dan bertadarus Alquran, memanfaatkan setiap hembusan waktu bulan suci.

Gelombang jamaah ini sudah terdeteksi sejak Subuh pertama Ramadhan, namun mencapai puncaknya pada hari ke-4 puasa. Para pengurus masjid mengakui lonjakan ini sebagai yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda.

Kronologi Pergerakan Jamaah dan Ibadah

  1. 14.15 WIB – Area parkir mulai dipadati kendaraan roda dua dan empat. Jamaah dari luar Depok seperti Jakarta Selatan, Tangerang, dan Bekasi tampak mendominasi, terlihat dari pelat nomor B.
  2. 15.00 WIB – Setelah sholat Ashar berjamaah, petugas membuka pintu utama. Ustaz Khairul, imam tetap masjid, langsung mengomandoi lantunan zikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar yang diikuti seluruh jamaah.
  3. 15.30 WIB – Ratusan mushaf Alquran dibagikan. Jamaah duduk bersila membentuk lingkaran kecil. Suara lantunan ayat suci menggema dari segala penjuru hingga membuat suasana syahdu.
  4. 16.45 WIB – Tadarus mencapai juz ke-3. Menurut koordinator tadarus, target khatam Alquran kolektif setiap 3 hari berhasil dipertahankan.
  5. 17.15 WIB – Menjelang berbuka puasa, jamaah istirahat dan mengisi waktu dengan membaca buku keagamaan di teras masjid.
  6. 17.40 WIB – Takjil berupa kurma dan air mineral dibagikan secara tertib. Panitia memastikan tidak ada antrean padat untuk menjaga jarak.
  7. 18.05 WIB – Sholat Maghrib berjamaah, lalu dilanjutkan dengan makan malam besar yang didonasikan warga sekitar.
  8. 19.30 WIB – Sholat Isya dan Tarawih 20 rakaat plus witir. Jamaah masih bertahan hingga pukul 21.00 WIB untuk sholat sunah malam dan tadarus lanjutan.

Pernyataan Pengurus Masjid

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Kubah Emas, Ustadz Fadli, yang ditemui di pinggir mihrab, menyampaikan rasa syukurnya. “Sampai hari ini, rata-rata per hari tercatat lebih dari 500 jamaah memadati masjid, khususnya di jam-jam setelah Ashar hingga Tarawih. Angka ini naik dua kali lipat dibanding Ramadhan lalu yang masih dalam masa PPKM Darurat,” ujarnya (16/4).

Ia juga mengiyakan bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat, meskipun hawa desakan ibadah sangat kuat. “Kami siapkan 50 titik hand sanitizer, mengatur jarak shaf, dan mewajibkan masker. Semoga ikhtiar ini membuat Ramadhan kita lancar,” tambah Ustadz Fadli.

Amalan Dominan: Tadarus dan Sholat Sunah

Dari pantauan Beritatercepat, aktivitas ibadah terbagi dalam tiga jenis utama:

  • Tadarus Alquran: Dilakukan kelompok-kelompok kecil 5-10 orang. Metode one day one juz per anggota menjadi budaya baru.
  • Sholat Sunah: Mulai dari Dhuha, Qabliyah Bakdiyah, Tahajud, hingga Istikharah. Jamaah dengan khusyu melakukan gerakan sunah tanpa komando.
  • Zikir dan Itikaf: Sebagian jamaah melakukan itikaf di sudut masjid hingga tengah malam.

Antusiasme Lintas Generasi

Yang menarik, jamaah tidak hanya didominasi orang tua, tetapi juga anak muda dan remaja yang membawa smartphone untuk membuka aplikasi Alquran digital. Salah satu jamaah, Ridwan (22), mahasiswa Universitas Indonesia, mengaku sengaja datang tiga kali seminggu. “Di masjid ini tenang, adem, dan bisa fokus tadarus. Saya sudah selesaikan 2 juz dalam 4 hari.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga asal Cimanggis, Nurhayati (46), mengajak ketiga anaknya. “Agar anak-anak tidak hanya bermain game, Ramadan kali ini saya ajak mereka ikut tadarus kelompok ibu-ibu di pojok masjid. Alhamdulillah betah,” katanya.

Sejarah Singkat Masjid Kubah Emas

Untuk konteks, Masjid Kubah Emas dibangun pada 2006 oleh Hj. Dian Al-Mahri dan memiliki lima kubah berlapis emas murni 24 karat. Masjid ini mampu menampung hingga lebih dari 10.000 jamaah jika penuh, menjadikannya salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Jabodetabek saat Ramadhan.

Dengan spirit ini, Masjid Kubah Emas tidak hanya menjadi landmark, tetapi juga episentrum pergerakan ibadah di bulan suci. Jamaah memaksimalkan setiap detik Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User