Rabat – Maroko Perkasa, Kandaskan Niger 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia
RABAT — Timnas Maroko kembali menunjukkan kelasnya sebagai raksasa Afrika. Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E di Stade Prince Moulay Abdallah,
RABAT — Timnas Maroko kembali menunjukkan kelasnya sebagai raksasa Afrika. Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E di Stade Prince Moulay Abdallah, Sabtu (6/9/2025) dini hari WIB, Singa Atlas mencabik-cabik Niger dengan skor telak 3-0. Ribuan pendukung yang memadati tribun hanya butuh 15 menit untuk melihat gol pembuka. Brahim Diaz, gelandang serang Real Madrid, melepaskan tembakan mendatar mematikan dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Niger. Assist cerdas Achraf Hakimi dari sayap kanan membuka keran gol malam itu.
Gelombang serangan Maroko terus menghantam pertahanan Niger. Pada menit ke-38, striker Youssef En-Nesyri menggandakan keunggulan lewat sundulan keras usai menerima umpan silang presisi dari Noussair Mazraoui. Skema serangan sayap yang menjadi senjata utama tim asuhan Walid Regragui membuat Niger tak berdaya. Babak pertama ditutup dengan dominasi Maroko yang nyaris sempurna: penguasaan bola 68% dan 8 tembakan tepat sasaran.
Usai jeda, intensitas serangan Maroko tidak menurun. Pelatih Regragui memainkan Ismael Saibari, dan keputusan itu langsung berbuah hasil. Pada menit ke-72, Saibari menuntaskan serangan balik cepat yang diinisiasi oleh umpan terobosan Ayoub El Kaabi. Skor menjadi 3-0, dan Niger tidak mampu bangkit hingga peluit akhir. Statistik akhir pertandingan menegaskan betapa timpangnya duel malam itu.
Berikut fakta-fakta kunci yang menghujam dari laga ini:
- Gol cepat: Brahim Diaz membuka skor pada menit ke-15.
- Dominasi penuh: Maroko mencatatkan penguasaan bola 68 persen dan 15 tembakan berbanding 2 milik Niger.
- Clean sheet: Lini belakang yang dikomandoi Jawad El Yamiq kembali tak tertembus.
- Sempurna di puncak: Maroko kini mengantongi 9 poin dari 3 laga tanpa kebobolan, memimpin Grup E dengan keunggulan telak.
Analisis: Fondasi Kokoh Menuju Panggung Global
Hasil ini bukan sekadar kemenangan rutin. Regragui terbukti telah membangun mesin sepakbola yang efisien dan brutal bagi lawan-lawan Afrika. Skema “fast transition” dengan sayap-sayap eksplosif seperti Hakimi dan Mazraoui menjadi mimpi buruk Niger. Stamina tinggi dan disiplin taktis yang diusung tetap menjadi ciri khas warisan dari perjalanan luar biasa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022.
“Ini tentang kedewasaan tim. Kami tidak hanya ingin menang, tapi mengirim pesan bahwa Maroko siap bersaing lagi di panggung global,” ujar mantan pelatih Al-Ahly yang kini jadi analis CAF, Mohamed El-Ghazali.
Fase ofensif Maroko begitu cair. En-Nesyri tetap jadi predator kotak penalti, sementara Brahim Diaz memberikan dimensi berbeda sebagai gelandang serang yang rajin menusuk dari lini kedua. Solidnya pivot Sofyan Amrabat membuat keseimbangan transisi tetap terjaga. Secara taktikal, Regragui bahkan berani melakukan rotasi pemain tanpa kehilangan intensitas — alarm keras bagi Zambia dan Tanzania yang berebut tiket kedua Grup E.
| Indikator | Maroko | Niger |
|---|---|---|
| Gol | 3 | 0 |
| Tembakan (on target) | 15 (8) | 3 (0) |
| Penguasaan Bola | 68% | 32% |
| Akurasi Umpan | 89% | 71% |
| Pelanggaran | 9 | 17 |
Dengan bekal 9 poin tanpa kebobolan, Maroko hanya tinggal selangkah lagi untuk memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026. Regragui boleh puas, tapi target yang lebih besar di depan mata: membuktikan bahwa Singa Atlas bukan lagi sekadar kejutan sesaat, melainkan kekuatan permanen dalam peta sepakbola elite dunia. Niger, di sisi lain, harus puas terus terbenam di dasar klasemen tanpa poin.
Comments (0)