Empat Unit Sekolah Menengah Baru Diusulkan Pemkab Bekasi
BARU SAJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengajukan pendirian empat unit sekolah menengah baru. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi ribuan pelajar yang selama ini ...
BARU SAJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengajukan pendirian empat unit sekolah menengah baru. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi ribuan pelajar yang selama ini terhambat akses.
Pengajuan tersebut merupakan buah dari kolaborasi erat tiga pihak: Pemkab Bekasi, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Data lapangan menunjukkan sejumlah kecamatan belum memiliki fasilitas SMA/SMK memadai, memaksa lulusan SMP menempuh jarak jauh atau bersaing ketat di sekolah yang ada.
Kronologi Pengajuan
Usulan empat sekolah baru disampaikan dalam rapat koordinasi lintas instansi, Senin pagi (15/2). Bupati Bekasi menegaskan penambahan unit sekolah merupakan prioritas mendesak. “Kami tidak bisa menunda lagi. Anak-anak butuh ruang belajar yang layak,” ujarnya singkat.
Rapat yang digelar secara tertutup itu menghasilkan poin penting:
- Jumlah usulan: 4 unit terdiri atas 2 SMA Negeri dan 2 SMK Negeri.
- Lokasi target: Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, dan Tambelang – wilayah selatan-timur yang minim akses.
- Kapasitas proyeksi: Total daya tampung mencapai 3.200 siswa baru per tahun ajaran.
- Dukungan anggaran: Skema pembiayaan dibagi antara APBD Kabupaten dan bantuan provinsi.
Kolaborasi dengan Pemprov Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons positif. Kepala Dinas Pendidikan Jabar menyatakan pihaknya siap memfasilitasi verifikasi lahan dan alokasi tenaga pengajar. “Kami akan percepat. Begitu lahan clear, bangunan bisa mulai tahun ini,” kata dia melalui sambungan telepon.
DPRD Kabupaten Bekasi turut mengawal. Ketua Komisi D menekankan pentingnya pengawasan agar proyek berjalan transparan. “Kami minta proses lelang dan konstruksi diaudit ketat. Jangan sampai ada permainan,” tegasnya.
Fakta Kunci di Balik Usulan
Pengajuan ini bukan tanpa alasan. Beberapa data lapangan yang menjadi pemicu:
- Rasio siswa-sekolah: Di beberapa kecamatan, satu SMA menampung lebih dari 1.500 siswa – melebihi kapasitas ideal 800-1.000 siswa.
- Jarak tempuh: Rata-rata siswa di wilayah pinggiran menempuh 15-25 km menuju sekolah terdekat.
- Tingkat putus sekolah: Angka putus sekolah tingkat menengah di Bekasi bagian selatan mencapai 8%, lebih tinggi dari rata-rata kabupaten 4,2%.
- Ketersediaan lahan: Pemkab telah menyiapkan lahan milik daerah seluas total 12 hektare yang siap bangun.
Respons Masyarakat
Warga menyambut antusias. Siti, orang tua murid di Bojongmangu, mengaku lega. “Anak saya tiap hari berangkat subuh, pulang magrib. Kalau ada sekolah dekat, tenaga dan biaya bisa dihemat,” ujarnya.
Tokoh pemuda setempat, Ahmad, berharap SMK yang diusulkan fokus pada jurusan pertanian modern dan teknologi tepat guna. “Bekasi selatan itu lumbung pangan. Jangan hanya bangun gedung, tapi kurikulumnya harus nyambung dengan potensi lokal,” sarannya.
Langkah Selanjutnya
Tim terpadu akan melakukan survei lokasi pekan depan. Bila tak ada kendala, pembangunan fisik ditargetkan dimulai kuartal III tahun ini. Pemprov Jabar menegaskan komitmennya menyediakan 60 persen kebutuhan guru dari formasi CPNS tahun depan.
UPDATE 15/2 14:00 WIB: Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi mengonfirmasi bahwa berkas usulan sudah diterima Biro Pemerintahan Provinsi Jabar. “Kami tinggal menunggu rekomendasi teknis untuk penerbitan izin prinsip,” pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)