DWP Kemensos Berdayakan Disabilitas di Jombang Lewat ATENSI

BARU SAJA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) turun langsung ke Jombang. Mereka mendampingi penyandang disabilitas melalui program ATENSI. Bantuan diberikan untuk mendorong...

Jul 12, 2026 - 02:22
0 0
DWP Kemensos Berdayakan Disabilitas di Jombang Lewat ATENSI

BARU SAJA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) turun langsung ke Jombang. Mereka mendampingi penyandang disabilitas melalui program ATENSI. Bantuan diberikan untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Program ATENSI (Aksesibilitas, Teknologi, dan Inklusivitas) menjadi senjata utama. DWP Kemensos tidak hanya memberikan bantuan materi. Mereka juga memberikan pendampingan intensif. Tujuannya: membuka peluang usaha bagi para penyandang disabilitas.

Fokus pada Kerajinan Tangan

Kegiatan pemberdayaan di Jombang berpusat pada kerajinan tangan. Penyandang disabilitas dilatih membuat produk bernilai jual. Hasilnya sudah menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan. Produk kerajinan mulai dilirik pasar lokal.

  • Pelatihan intensif – penyandang disabilitas dibekali keterampilan membuat aksesori, anyaman, dan produk daur ulang.
  • Bantuan modal – DWP Kemensos menyalurkan peralatan dan bahan baku secara langsung.
  • Pendampingan pemasaran – mereka dibantu memasarkan produk lewat pameran dan platform digital.

Menurut saksi mata di lokasi, antusiasme peserta sangat tinggi. "Kami merasa dihargai," ujar salah satu peserta. Mereka kini bisa menghasilkan pendapatan sendiri. Keluarga pun semakin mandiri.

Bantuan untuk Kemandirian

DWP Kemensos menegaskan program ini bukan sekadar charity. Ini adalah investasi jangka panjang. Setiap penyandang disabilitas didorong untuk menjadi wirausaha. Bantuan tidak berhenti pada satu kali pemberian. Ada monitoring dan evaluasi berkala.

  • Evakuasi dari ketergantungan pada bantuan sosial.
  • Siaga terhadap perubahan pasar dengan diversifikasi produk.
  • Darurat kesenjangan ekonomi – program ini diharapkan menjadi model replikasi ke daerah lain.

Data dari Kemensos menunjukkan, sekitar 12 penyandang disabilitas di Jombang sudah merasakan dampak langsung. Angka ini akan terus bertambah. DWP berencana memperluas jangkauan ke desa-desa terpencil.

UPDATE: Respons Positif dari Masyarakat

Masyarakat Jombang menyambut baik program ini. Banyak yang mengakui bahwa keterampilan baru ini mengubah hidup. Para penyandang disabilitas tidak lagi terisolasi. Mereka aktif dalam kegiatan ekonomi. Produk kerajinan mereka bahkan dipesan dari luar kota.

KONFIRMASI dari DWP Kemensos menyatakan, program ATENSI akan berlanjut ke tahap berikutnya. Fokus selanjutnya adalah pengembangan e-commerce. Dengan begitu, produk kerajinan bisa menjangkau pasar nasional. Ini adalah langkah konkret menuju inklusivitas dan kemandirian.

BREAKING: Jombang menjadi pilot project. DWP Kemensos akan mengevaluasi hasilnya dalam tiga bulan ke depan. Jika berhasil, program serupa akan diterapkan di 10 kabupaten lain. Para 'tersayang' kini punya masa depan lebih cerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User