Dugaan Pelecehan Grup Chat Unesa, 26 Korban Teridentifikasi
BARU SAJA — 26 mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual dalam sebuah grup obrolan internal. Informasi ini mencuat hari ini dan langs...
BARU SAJA — 26 mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual dalam sebuah grup obrolan internal. Informasi ini mencuat hari ini dan langsung memicu kehebohan di lingkungan kampus.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat, namun sumber internal mengonfirmasi bahwa tim investigasi telah dibentuk untuk menelusuri kasus ini. Dugaan pelecehan terjadi dalam grup chat yang diduga berisi konten tidak senonoh dan komentar melecehkan yang menargetkan sejumlah sivitas akademika.
Fakta Cepat: Kasus Grup Chat Unesa
- 26 korban: terdiri dari mahasiswa dan dosen.
- Media: grup obrolan, diduga melalui aplikasi perpesanan.
- Jenis dugaan: pelecehan seksual verbal dan konten eksplisit.
- Status: kasus masih dalam penyelidikan awal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa grup tersebut awalnya dibuat untuk keperluan akademik, namun kemudian disalahgunakan oleh sejumlah pihak. Korban melaporkan trauma psikis yang serius akibat paparan materi tersebut. Beberapa di antaranya mengaku enggan mengikuti perkuliahan lagi.
Respons dan Langkah Awal
Pihak kampus bergerak cepat. Selain membentuk tim investigasi, Unesa juga dilaporkan telah menghubungi Komnas Perempuan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk pendampingan. "Kami tidak akan mentolerir tindakan seperti ini," kata seorang pejabat kampus yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, aktivis anti-kekerasan seksual mendesak agar pelaku segera diidentifikasi dan diproses secara hukum. Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia yang akhir-akhir ini marak terungkap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka. Namun, tekanan publik melalui media sosial terus menguat, dengan tagar #UnesaDaruratSeksual menjadi trending di Twitter.
Pihak kepolisian setempat juga mulai mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi. "Kami sedang mempelajari laporan yang masuk," ujar seorang perwira, singkat.
Kasus ini menjadi ujian bagi implementasi Permendikbud tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Publik kini menanti hasil investigasi dengan harapan keadilan bagi para korban.
Seorang mahasiswi yang menjadi korban, berbicara via telepon, menuturkan bahwa ia merasa terhina saat mengetahui foto-foto dirinya diunggah ke grup tanpa izin. "Saya tidak pernah menyangka ini terjadi di lingkungan yang seharusnya aman," ucapnya lirih.
Dugaan kuat mengarah pada pelaku yang merupakan anggota lama grup tersebut. Namun, identitas pelaku masih dirahasiakan untuk kepentingan penyelidikan.
Semua mata kini tertuju pada rektorat Unesa. Publik menuntut transparansi dan ketegasan. Kasus ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh kampus untuk mengevaluasi sistem perlindungan terhadap warga kampus dari ancaman kekerasan seksual.
Comments (0)