Bamsoet Tegaskan Integritas di Lomba Tembak PERIKHSA 2026
BARU SAJA — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka Lomba Asah Keterampilan Senjata Api Beladiri PERIKHSA 2026 dengan seruan keras: disiplin dan etika adalah fondasi mutlak bagi setiap pemilik senjata...
BARU SAJA — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka Lomba Asah Keterampilan Senjata Api Beladiri PERIKHSA 2026 dengan seruan keras: disiplin dan etika adalah fondasi mutlak bagi setiap pemilik senjata api. Pembukaan yang berlangsung di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026), menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap integritas.
Seruan Disiplin dan Etika
Dalam pidato pembuka yang berapi-berapi, Bamsoet menekankan bahwa senjata api bukan alat kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kesadaran penuh. “Integritas adalah peluru yang paling mematikan,” tegasnya, menggema di seluruh arena.
Lomba PERIKHSA 2026 yang diikuti ratusan peserta dari 20 provinsi ini menjadi panggung untuk mengedepankan nilai moral di atas sekadar akurasi tembakan. Bamsoet, yang juga tokoh menembak nasional, hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus pengingat bahwa setiap tarikan pelatuk membawa tanggung jawab besar.
Komitmen terhadap Keamanan Nasional
Bamsoet menyatakan bahwa kepemilikan senjata api di Indonesia harus diimbangi dengan pelatihan mental dan moral yang ketat. Lomba seperti PERIKHSA adalah wadah penting untuk membentuk karakter pemilik senjata api yang bertanggung jawab.
“Kami tidak hanya melatih akurasi tembakan, tetapi juga kemuliaan hati. Setiap butir peluru adalah cerminan jiwa yang mengendalikannya,” ujar Bamsoet dalam sesi wawancara singkat usai pembukaan.
- Peserta: Ratusan atlet profesional dan amatir dari 20 provinsi.
- Kategori lomba: Senjata laras panjang, pistol, dan beladiri kombinasi.
- Penekanan utama: Integritas, disiplin, dan keselamatan sebagai prioritas.
Antusiasme Peserta
Para peserta menyambut antusias ajang tahunan ini. Seorang peserta asal Bandung, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan ajang ini bukan sekadar kompetisi. “Ini ujian mental. Kami diingatkan bahwa senjata api adalah alat terakhir, setelah semua cara damai ditempuh,” tuturnya.
Lomba PERIKHSA 2026 digelar selama tiga hari, hingga Minggu (20/7/2026), dengan total hadiah mencapai Rp500 juta. Panitia menyiapkan juri bersertifikat internasional dan pengamanan berlapis untuk memastikan kelancaran acara.
Integritas di Atas Segalanya
Bamsoet menutup sambutannya dengan pesan mendalam: “Jadilah penembak yang mulia, bukan penembak yang beringas. Integritas kita hari ini menentukan nasib bangsa esok.” Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Lomba ini menjadi bukti bahwa olahraga menembak di Indonesia terus berkembang dengan menjunjung tinggi sportivitas dan tanggung jawab sosial. Dengan pembukaan yang sarat pesan moral, PERIKHSA 2026 bukan hanya ajang adu ketangkasan, melainkan juga panggung untuk memperkuat karakter bangsa melalui disiplin dan integritas tanpa kompromi.
Comments (0)