Duel Indonesia di Final, Veddriq Leonardo Raih Emas Chamonix 2026

BARU SAJA — Veddriq Leonardo menyabet medali emas World Climbing Series Chamonix 2026 setelah menundukkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dalam duel sengit di partai puncak.Kemenangan i...

Jul 12, 2026 - 16:32
0 0

BARU SAJA — Veddriq Leonardo menyabet medali emas World Climbing Series Chamonix 2026 setelah menundukkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dalam duel sengit di partai puncak.

Kemenangan ini adalah penegasan dominasi Indonesia di nomor speed putra. Dua pemanjat tercepat Tanah Air bertarung habis-habisan di dinding 15 meter Chamonix, namun Veddriq menutup laga dengan selisih waktu yang memastikan podium tertinggi menjadi miliknya.

Final Sesama Indonesia

Antasyafi Robby Al Hilmi, yang tampil eksplosif sejak babak kualifikasi, harus puas dengan medali perak. Ia mengakui rekan setimnya itu tampil lebih sempurna di detik-detik krusial. Meski begitu, pertemuan dua atlet Merah Putih di final tetap menjadi catatan bersejarah bagi panjat tebing nasional.

Sorak-sorai pendukung langsung menciptakan atmosfer langka ketika dua bendera yang sama berkibar di layar raksasa. Komentator internasional menyebut momen ini sebagai salah satu yang paling emosional dalam sejarah seri.

Statistik Kunci

Fakta pertandingan:

Event: World Climbing Series — Chamonix, Prancis
Disiplin: Speed putra
Emas: Veddriq Leonardo (Indonesia)
Perak: Antasyafi Robby Al Hilmi (Indonesia)
Perunggu: Dimenangkan oleh pemanjat dari Eropa setelah perebutan tempat ketiga yang ketat.

Reaksi dan Dampak

Tim pelatih langsung menyambut hasil ini dengan euforia. Kepala pelatih menyebut kinerja kedua atlet sebagai bukti kedalaman talenta Indonesia di nomor speed. "Langkah selanjutnya adalah menjaga konsistensi dan memastikan regenerasi terus berjalan," ujarnya singkat.

Medali emas ini menambah perbendaharaan prestasi Veddriq di musim 2026. Ia kini memimpin klasemen sementara seri dunia dan kian memantapkan posisinya sebagai penantang serius menuju Olimpiade.

Perjalanan di Chamonix

Sejak babak penyisihan, Veddriq mencatat waktu tercepat dan hanya sekali nyaris terkejar oleh pesaing non-Indonesia di semifinal. Sementara Antasyafi Robby menunjukkan peningkatan performa tajam, menyingkirkan lawan-lawannya dengan catatan waktu yang semakin presisi.

Keberhasilan mengunci dua tempat di final menegaskan metode latihan yang diterapkan pelatnas mulai membuahkan hasil maksimal. Para pengamat menilai duet Veddriq-Robby seperti menyalakan ulang rivalitas internal yang sehat dan produktif.

Panggung Chamonix yang dingin kini menjadi saksi lahirnya dominasi baru di papan atas panjat tebing dunia. Publik Indonesia menanti hasil lanjutan yang akan dibawa pulang dari seri berikutnya dengan semakin tingginya ekspektasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User