BREAKING: Warga Perbatasan Kaltara Ancam Pindah ke Malaysia

BARU SAJA! Ribuan warga perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) mengancam pindah massal ke Malaysia. Penyebabnya: infrastruktur dasar yang bobrok dan harga kebutuhan pokok tak terkendali.Anggota DPR RI,...

Jul 18, 2026 - 12:01
0 0
BREAKING: Warga Perbatasan Kaltara Ancam Pindah ke Malaysia

BARU SAJA! Ribuan warga perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) mengancam pindah massal ke Malaysia. Penyebabnya: infrastruktur dasar yang bobrok dan harga kebutuhan pokok tak terkendali.

Anggota DPR RI, Deddy Sitorus, mengkonfirmasi ancaman ini dalam wawancara eksklusif. Ia meminta pemerintah pusat segera mendeklarasikan status darurat sosial ekonomi di wilayah perbatasan.

Fakta Kunci di Lapangan

  • Akses Jalan: 80% jalan rusak total. Distribusi sembako dari kota terdekat butuh waktu 5 jam untuk jarak 30 km.
  • Harga Sembako: Minyak goreng Rp22.000/liter, gula Rp18.000/kg. Di Malaysia, harga setengahnya. Warga rela siluman ke Malaysia untuk belanja.
  • Listrik: Hanya 4-6 jam per hari. Banyak desa gelap gulita setelah pukul 18.00. Aktivitas ekonomi lumpuh.
  • Fasilitas Kesehatan: Puskesmas terdekat 40 km, tanpa dokter tetap. Warga lebih memilih berobat ke Malaysia.

Akibatnya, arus migrasi warga ke Malaysia meningkat 300% dalam setahun terakhir. Banyak yang menjual tanah dan rumah untuk biaya pindah.

Peringatan Keras Deddy Sitorus

'Ini bukan sekadar keluhan. Ini ancaman nyata bagi kedaulatan Indonesia di perbatasan. Jika pemerintah tetap diam, dalam enam bulan ke depan kita akan kehilangan ribuan warga negara,' tegas Deddy.

Ia juga menyoroti bahwa warga perbatasan Kaltara sudah mengirimkan petisi ke DPR. Mereka memberi tenggat waktu satu bulan. Jika tidak ada perbaikan signifikan, mereka akan menggelar aksi pindah massal.

Deddy mendesak Kementerian PUPR, Kemendagri, dan BNPB untuk segera turun tangan. 'Ini darurat. Jangan sampai perbatasan menjadi wilayah tanpa manusia,' kata politikus PDIP itu.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah. Kami akan terus memantau perkembangan menit-menit terakhir.

Saksi mata melaporkan, antrean di pos lintas batas sudah mengular hingga 2 km. Warga membawa koper dan dokumen kependudukan.

Update selanjutnya akan kami sampaikan segera. Tetap di Detik Ini Juga untuk berita tercepat dan terakurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User