Dua Terminal Petikemas Raih Penghargaan Pelabuhan Hijau GSPI 2026
JAKARTA — PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) baru saja mengukir prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026. Dua term...
JAKARTA — PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) baru saja mengukir prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026. Dua terminal petikemas yang dikelolanya, Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin dan TPK Bitung, berhasil menyabet predikat pelabuhan hijau dan cerdas tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran Kementerian Perhubungan dan Dewan Pemeringkat ASRI di Jakarta, Selasa (14/7). Kedua terminal dinilai unggul dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dan digitalisasi operasional, sejalan dengan peta jalan transformasi pelabuhan nasional.
Fokus pada Pelabuhan Cerdas dan Ramah Lingkungan
Direktur Utama SPTP, dalam keterangannya, menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan program port greenification dan smart port system. “TPK Banjarmasin dan Bitung telah menerapkan berbagai inovasi, mulai dari penggunaan energi surya untuk operasional parsial, sistem pemantauan emisi real-time, hingga otomatisasi gate dan container handling yang mengurangi waktu tunggu sekaligus konsumsi bahan bakar,” ujarnya.
Di TPK Banjarmasin, SPTP mengembangkan fasilitas shore power connection yang memungkinkan kapal bersandar tanpa menyalakan mesin, menekan emisi karbon secara signifikan. Sementara di TPK Bitung, implementasi smart lighting dan manajemen air berbasis sensor berhasil mencatat penghematan listrik hingga 30 persen per bulan. Kedua terminal juga dilaporkan telah beralih ke peralatan hybrid dan listrik untuk mendukung operasional bongkar muat petikemas.
Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan Nasional
Lebih dari sekadar pencapaian teknis, penghargaan ini juga menggarisbawahi peran vital kedua pelabuhan dalam rantai pasok pangan. Banjarmasin dan Bitung merupakan simpul logistik utama untuk distribusi komoditas pangan strategis—mulai dari beras, jagung, hingga hasil perikanan—yang menghubungkan sentra produksi di Kalimantan dan Sulawesi Utara dengan pasar domestik maupun ekspor.
Manajemen SPTP mengungkapkan bahwa modernisasi pelabuhan di kedua titik ini secara langsung menekan biaya logistik dan mempercepat pergerakan barang kebutuhan pokok. “Efisiensi pelabuhan hijau dan cerdas berdampak pada stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen, karena memangkas waktu tunggu dan menjaga kualitas produk segar tetap optimal,” tambahnya.
Ke depan, SPTP berkomitmen mereplikasi model serupa ke terminal petikemas lain di bawah naungan Pelindo Group. Dengan integrasi teknologi digital dan energi bersih, perusahaan menargetkan seluruh terminal kelolaannya memperoleh sertifikasi hijau pada 2029. Capaian ini kian mempertegas posisi SPTP sebagai operator pelabuhan yang tidak hanya mengejar volume, tetapi juga kualitas layanan berwawasan lingkungan.
Comments (0)