Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki

Kejadian tidak biasa menimpa rumah pengacara Novianus Martin Bau di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Selasa (7/7/2026). Sebuah drone tak dikenal tiba-tiba jatuh di area rumah tersebut, dan setelah dip

Jul 07, 2026 - 22:50
0 0
Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki

Kejadian tidak biasa menimpa rumah pengacara Novianus Martin Bau di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Selasa (7/7/2026). Sebuah drone tak dikenal tiba-tiba jatuh di area rumah tersebut, dan setelah diperiksa, drone itu membawa sebuah benda mencurigakan yang ternyata adalah granat replika. Peristiwa ini sontak membuat geger warga sekitar serta memicu respons cepat dari pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, insiden ini bukanlah yang pertama kali mengancam ketenangan sang pengacara. Sebelumnya, Novianus Martin Bau telah menerima sejumlah pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp. Isi ancaman tersebut diduga kuat berkaitan dengan profesi atau kasus yang tengah ia tangani, meski detailnya belum diungkap pihak berwenang. Tidak lama setelah teror digital itu, rumahnya didatangi sebuah drone yang membawa benda berbentuk granat, memperkuat dugaan bahwa ini adalah rangkaian intimidasi yang terencana.

Tim Gegana Dikerahkan

Mendapat laporan adanya benda mencurigakan, Polres Metro Depok langsung mengerahkan Tim Gegana ke lokasi. Setibanya di tempat, tim penjinak bom segera melakukan pemeriksaan dan identifikasi. Setelah melalui proses yang cermat, dipastikan bahwa granat yang dibawa drone tersebut hanyalah sebuah mainan atau replika, bukan bahan peledak aktif. Temuan ini sempat melegakan, namun tetap menyisakan tanda tanya besar tentang motif di balik aksi ini.

"Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama saat ditemui di Mapolres Metro Depok, Selasa (7/7/2026).

AKBP Made menambahkan bahwa meski granat tersebut adalah mainan, pihaknya tetap memperlakukan kasus ini dengan serius. Pasalnya, pengiriman benda tersebut melalui drone setelah ancaman digital jelas merupakan tindakan yang mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan ketakutan di masyarakat. Polisi kini tengah menyelidiki asal-usul drone serta siapa pelaku di balik pengiriman tersebut.

Jejak Ancaman Digital

Kronologi ancaman melalui WhatsApp menjadi fokus penyelidikan. Korban mengaku menerima pesan-pesan yang bersifat mengintimidasi, meski tidak dijelaskan secara rinci isinya. Setelah teror di WA, rumahnya menjadi sasaran. Hal ini menjadi petunjuk bahwa pelaku bukan sekadar iseng, melainkan diduga ingin menyampaikan pesan tertentu kepada sang pengacara. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti digital, termasuk rekaman percakapan dan data penerbangan drone jika memungkinkan.

Peristiwa ini kembali menyoroti penggunaan drone untuk tujuan mencurigakan di lingkungan permukiman. Meski dalam kasus ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan, aksi tersebut jelas melanggar regulasi penerbangan drone dan dapat dikenai pasal-pasal terkait ancaman dan ketertiban umum. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat aktivitas drone mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang diamankan. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk tetangga sekitar yang mungkin melihat drone tersebut sebelum jatuh. Media kami akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User