DPR Desak Evaluasi Total Gudang Amunisi Madiun
BARU SAJA – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta evaluasi menyeluruh fasilitas penyimpanan amunisi TNI pasca ledakan dahsyat di Madiun. Tidak ada ruang untuk kelalaian.Ledakan terjadi di gu...
BARU SAJA – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta evaluasi menyeluruh fasilitas penyimpanan amunisi TNI pasca ledakan dahsyat di Madiun. Tidak ada ruang untuk kelalaian.
Ledakan terjadi di gudang amunisi Kodam V/Brawijaya, Madiun, Jawa Timur, pada Senin pagi. Dampaknya masih terasa hingga saat ini. Tim evakuasi masih bekerja di lokasi.
Fakta Kunci Ledakan Madiun
- Lokasi: Gudang amunisi TNI di Madiun, Jawa Timur.
- Korban: Belum ada laporan resmi, namun saksi mata menyebut beberapa personel terluka.
- Dampak: Gemuruh terdengar hingga radius 5 km. Warga sekitar dievakuasi.
- Respons: Panglima TNI telah turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan.
Dave Laksono menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi titik balik. "Kami tidak bisa terus menerus membiarkan kejadian serupa terulang. Evaluasi harus menyeluruh, mulai dari prosedur penyimpanan hingga sistem keamanan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Komisi I DPR akan memanggil pihak TNI untuk memberikan klarifikasi dalam waktu dekat. Dave menambahkan bahwa standar operasional penyimpanan amunisi harus diperketat. Data intelijen juga perlu ditingkatkan untuk mencegah sabotase.
Desakan Evaluasi Menyeluruh
- Prosedur penyimpanan: Wajib menggunakan protokol ketat dengan pemisahan amunisi berdasarkan jenis dan tingkat bahaya.
- Sumber daya manusia: Personel penjaga gudang harus melalui pelatihan khusus dan simulasi darurat secara berkala.
- Teknologi pengawasan: Sistem kamera termal, sensor api, dan alarm otomatis harus dipasang di seluruh gudang amunisi.
- Audit rutin: Inspeksi mendadak oleh tim independen dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan minimal setiap 3 bulan.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Prasetyo, mengakui bahwa kejadian ini cukup serius. "Kami tengah menyusun laporan awal dan akan segera mengimplementasikan rekomendasi dari DPR. Kami berkomitmen untuk transparan," katanya.
Ledakan Madiun menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Pada 2019, insiden serupa terjadi di gudang amunisi Cilandak, namun skala lebih kecil. Masyarakat sekitar Madiun masih dalam kondisi siaga. Tim SAR dan pemadam kebakaran terus melakukan pendinginan lokasi.
"Kami minta pemerintah pusat mengalokasikan anggaran khusus untuk modernisasi gudang amunisi. Jangan sampai tragedi ini terulang lagi," tegas Dave. DPR menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Panglima TNI pada Kamis depan.
BREAKING: Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban masih dikonfirmasi. Setidaknya 12 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Warga diimbau menjauh dari lokasi. Perkembangan akan diupdate setiap jam.
Comments (0)